Desy Edukasi Siswa tentang Badak

PANDEGLANG,SNOL Artis Desy Ratnasari, Sabtu (21/9) memberikan edukasi kepada siswa SD di Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Kecamatan Labuan Kabupat­en Pandeglang. Kegiatan terse­but merupakan peringatan Hari Badak Dunia (Worlds Rhino) yang jatuh pada 22 September.
Berdasarkan hasil sensus tahun 2012, diketahui jumlah populasi badak jawa di kawasan TNUK sebanyak 51 individu dengan rincian terdiri dari 29 jantan, 22 betina, dan 8 diantaranya masih berusia 2 tahun.
Penanggungjawab Tim Moni­tor Badak Jawa Balai Taman Na­sional Ujung Kulon (BTNUK) Mamat Rahmat mengatakan, TNUK saat ini memiliki luas lahan sekitar 122.956 hektar. Dari jumlah itu 78 ribu hektar luas daratan dan lautan 44.337 hektar. “Badak Jawa berada di zona inti (rimba) dengan luas kawasan sekitar 40 ribu hektar lebih,” kata Rahmat.
Kawasan TNUK dibagi be­berapa zona, antara lain zona inti, zona pemanfaatan, zona pe­manfaatan tradisional, zona khu­sus, zona situs budaya sejarah, dan zona bahari. “Semua zona itu mendapat pengawasan serta penjagaan ketat oleh petugas masing-masing,” ujarnya.
Sedangkan 51 individu Badak Jawa tersebut diketahui ber­dasarkan pengintaian menggu­nakan 40 video trap pada tahun 2012. “Untuk untuk tahun 2013 ini, inventarisasi menggunakan 127 video. Hasilnya akan dik­etahui sekitar Januari 2014 men­datang,” terangnya.
Rahmat menambahkan, men­gacu pada Permen Kehutanan Nomor 43/2007 Tentang Strate­gi Konservasi Badak Indone­sia, ada beberapa program yang harus dijalankan dalam untuk pelestarian Badak tersebut yakni peningkatan populasi, kesiapan sentuari, menyiapkan second habitat.
“Beberapa lokasi yang sudah disurve dan suatu saat nanti di­persiapkan sebagai second habi­bat Badak, antara lain di Ka­wasan Hutan Produksi Perhutani di Cikeusik-Sobang dan Maling­ping, Cagar Alam Rawa Danau, Gunung Akarsari, Baduy. Se­dangkan di luar Banten yaitu Ta­man Nasional Halimun-Salak,” imbuhnya.
Kepala Balai TNUK Haryo­no mengatakan, pihaknya juga melakukan kegiatan lain seperti mengamankan kawasan den­gan membentuk tim protection, tim monitor dan tim kesehatan. “Pembinaan habibat, agar tidak bersaing dengan Banteng, pen­gendalian, dan pelestarian pakan badak yang dibutuhkan sekitar 253 jenis dari 73 famili,” tam­bahnya. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.