Kades Pesanggrahan Nyaris Dikeroyok Massa

Papan Proyek MAN Solear Dibakar
SOLEAR,SNOL Pembangunan Madrasah Aliyah Negeri dan SMP Negeri 4 di Perumahan Taman Kirana Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear, diprotes warga hingga terjadi insiden pembakaran papan proyek, Selasa (24/9). Kepala Desa (Kades) setempat yang coba melerai nyaris dikeroyok massa yang kesal karena dianggap tak mengakomodir aspirasi warga.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari itu memprotes pemasangan patok guna proyek pembangunan MAN di di lapangan sepak bola yang menjadi Fasilitas Sosial dan Umum (fasos-fasum) di perumahan itu. Warga yang kesal meminta pertanggungjawaban dan penjelasan atas pemasangan patok dan papan proyek pada Senin sore lalu.
Dialog terbuka pun berlangsung setelah Kades Pasanggarahan Agus Setiantoro tiba di lokasi. Warga meminta Kades menghentikan proyek pembangunan di lahan lapangan bola dan memindahkan ke lahan kosong di Blok A, sesuai rencana awal.
Semula Kades berupaya membuka voting antara membangun dan tidak, namun upaya itu ditolak warga. Pada saat itulah kericuhan terjadi dan Kades nyaris di keroyok warga. Beruntung aparat kepolisian bertindak cepat dan langsung mengamankan Kades tersebut. Warga kemudian mencabut patok yang sudah ditancapkan di tengah lapangan dan membakar papan proyeknya.
Berdasarkan data di papan proyek, pembangunan gedung MAN dengan pelaksana proyek CV Karya Prima Graha dan konsultan CV Cipta Dimensi Pratama. Nilai proyek sebesar Rp1.311.692.000,-dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan masa kerja 90 hari.
“Kami tidak menolak pembangunan sekolah malah kami dukung, tapi jangan diatas lahan fasos-fasum ini yang dijadikan warga untuk lapangan sepak bola serta untuk kegiatan lainnya. Siteplan lahan ini juga bukan untuk sekolah tapi sarana ibadah dan pertemuan warga bukan sekolah,” kata Ujang Wahyudi warga blok K24, disela-sela aksi.
Sebelumnya, rencana pembangunan MAN dan SMPN 4 di Perum Taman Kirana akan dibangun diatas lahan kosong di Blok A, tapi kemudian tiba-tiba berubah menjadi di lapangan di blok H, yang berada persis di tengah-tengah perumahan.
Muryo warga lainnya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah. Guna mencari titik terang, ia pun berharap adanya bantuan dari pejabat pemerintah seperti Camat Solear hingga Bupati Tangerang.
Sementara Kades Pasanggarahanm Agus Setiantoro, mengaku baru mengetahui adanya warga yang menolak pembangunan MAN dan SMPN 4 di atas lahan lapangan sepak bola tersebut. Rencananya tahun ini akan dibangun gedung MAN dan di tahun 2014 baru akan dibangun gedung SMPN 4. “Saya baru tahu ada warga yang menolak. Saya sudah lakukan enam kali sosialisasi tetapi tidak ada yang menolak, semua setuju. Nah sekarang kenapa tiba-tiba ada yang menolak,” paparnya.
Meski ada penolakan, ia akan tetap membangun sekolah di atas lahan lapangan tersebut. Ia mengklaim sudah mengantongi persetujuan 16 ribu warga di Perumahan Taman Kirana. Bahkan ia mengaku rencananya ini sudah mendapat dukungan dari camat dan Bupati Tangerang melalui pengalihan status lahan dari fasilitas umum dan sosial menjadi lahan milik Pemda untuk pembangunan sekolah.
“Nantinya lapangan sepak bola dan ruang untuk pertemuan warga saya pindahkan ke lahan kosong di blok A seluas 1,8 hektar. Rencananya disana juga akan dibangun banyak tandon air dan ruang terbuka hijau,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.