Permenhub Pembatasan Penumpang KA Ditunda

SERANG, SNOL Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya melakukan penundaan pemberlakuan Peraturan Menhub Nomor 68 tahun 2011 tentang pembatasan kuota yang membatasi jumlah penumpang Kereta Api (KA) kelas ekonomi. Penundaan dilakukan menyusul reaksi ribuan calon penumpang yang memblokir tujun stasiun KA di wilayah Provinsi Banten, pada Selasa, 24 September lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Di­shubkominfo) Provinsi Banten, Opar Sohari, Rabu (25/9), mem­benarkan penundaan pember­lakuan Permenhub 68 tahun 2011. Namun, penundaan itu hanya ber­sifat sementara, karena bisa saja peraturan itu diberlakukan kem­bali. “Kemenhub hanya menunda Permenhub 68 tahun 2011, bukan membatalkan,” kata Opar.
Penundaan tersebut, kata Opar, dilakukan karena dinamika yang terjadi di lapangan. Banyaknya penolakan dari masyarakat dan aksi massa yang terjadi di Ban­ten, membuat penerapan pera­turan itu ditunda sampai situasi benar-benar memungkinkan.
“Sebenarnya Permenhub yang mengatur kuota penumpang kelas ekonomi itu sangat baik untuk penumpang KA. Karena dengan adanya penerapan Permenhub 68 tahun 2011 akan memberikan rasa aman dan nyaman seluruh penumpang,” ungkapnya.
Penerapan Permenhub 68, jelas Opar, dimaksudkan untuk memberikan keselamatan kepada penumpang dan masyarakat yang berada di sepanjang lintasan KA. “Permnehub itu dikeluarkan, agar tidak ada lagi penumpang KA berada di atas gerobong. Kuota itu sudah diperuntukan untuk penumpang dan berdiri didalam gerbong,” imbuhnya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubun­gan Darat pada Dishubkominfo Provinsi Banten, Entis Basari Ilyas. Menurut dia, penerapan Permenhub 68 tahun 2011 di­maksudkan untuk memberikan keselamatan penumpang dan masyakat yang ada di sepanjag lintasan rel. “Penundaan Per­menhub baru diberlakukan hari ini (kemarin,red) sampai dengan batas waktu yang belum ditentu­kan,” ungkapnya.
Namun, dijelaskan Entis, sebe­lum mulai diterapkan Permenhub 68 tahun 2011, Dishubkominfo Provinsi Banten telah melaku­kan sosialisasi kepada komunitas pengguna KA. “Jauh-jauh hari kami sudah memasang spanduk di jalan-jalan dan stasiun KA di Banten,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, ribuan calon penumpang KA ekonomi memblokir sejumlah stasiun di Banten. Aksi ini dipicu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 69/2011 tentang pem­batasan kuota yang membatasi jumlah penumpang KA kelas ekonomi dan membuat banyak penumpang tak kebagian tiket. Akibat aksi ini, operasional KA Merak-Jakarta terhenti hingga pukul 12.30 WIB.
Aksi massa terjadi di Stasiun Tigaraksa, Tenjo, Maja, Par­ungpanjang, Cicayur dan Rang­kasbitung. Aksi terjadi secara spontan sejak hari masih gelap, yaitu pukul 05.20 Wib. Tanpa dikomandoi, massa yang kesal karena tak kebagian tiket mem­blokir rel KA dengan meletak­kan bacik atau tangga naik ke gerbong KA. Massa menuntut agar PT KAI membatalkan ke­bijakan pembatasan penumpang dengan pengurangan karcis. “Aksi ini berkaitan desakan kami meminta pembatalan penerapan pembatasan kuota dibatalkan, ini merugikan masyarakat,” tegas Aji salah seorang calon penump­ang di lokasi.
Kepala Stasiun KA Rangkas­bitung, Didin Wahyudin menga­takan, akibat aksi penyanderaan dan pemblokiran rel kereta api tersebut jadwal pemberangka­tan kereta untuk semua kelas tertunda. “Kereta yang tertunda pemberangkatannya adalah KA Banten Ekspres, Kalimaya dan Krakatau. Bahkan, KA kelas ekonomi yang sudah tiba di Sta­siun Maja terpaksa balik kanan karena kondisi di stasiun selan­jutnya. Penumpang yang sudah membeli karcis, kita kembalikan uangnya sesuai harga karcinya,” ujar Didin.
Sementara, Kepala Stasiun Ti­garaksa Yodi Ismanto mengung­kapkan, akibat peristiwa ini kere­ta baru beroperasi kembali pukul 12.38 Wib. Sebelumnya hanya kereta pertama yang berhasil be­rangkat yakni pukul 04.10 Wib dari Stasiun Rangkasbitung dan masuk ke Stasiun Tigaraksa pu­kul 04.48 Wib. “Setelah itu KA tertahan di Stasiun Rangkasbi­tung karena ada insiden demo dan blokade rel kereta, setelah kami lakukan sweeping rel kere­ta dan dinyatakan aman baru kereta dioperasikan kembali,” tegasnya. (rus/enk/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.