Zaki Minta Jalan Legok Diserahkan ke Pemkab

LEGOK, SNOL Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk segera menyerahkan Jalan Raya Legok ke Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Tangerang. Hal ini lantaran kondisi jalan yang menjadi pusat urat nadi di wilayah Tangerang bagian tengah itu kondisinya rusak parah dan terkesan tidak kun­jung diperbaiki.
Menurut Bupati Zaki, kondisi jalan raya milik Provinsi Ban­ten di Kabupaten Tangerang itu kondisinya sudah rusak sejak lama. Bahkan, Zaki te­lah memberikan surat kepada Pemprov Banten untuk segera dilakukan perbaikan. Namun hingga kini surat tersebut tidak kunjung direspon.
“Atas dasar itulah kami
juga sudah mengirimkan surat kepada Pemprov Banten untuk melimpahkan status Jalan Raya Legok ke Pemkab Tangerang. Sebab kalau dibiarkan rusak tanpa perbaikan akan merugi­kan masyarakat. Terlebih ban­yak masyarakat yang tahu jalan itu milik kabupaten, bukan provinsi,” kata Bupati Zaki ke­marin.
Lanjut Zaki, Pemkab Tangerang tidak hanya meminta Jalan Raya Legok-Karawaci, tetapi juga ruas Jalan Raya Cisoka-Tigarak­sa juga diharapkan diserahkan ke Pemkab Tangerang. “Ini jalan vital di Kabupaten Tangerang, seperti Jalan Raya Legok-Kara­waci ini harusnya mendapatkan perhatian serius. Sebab melintasi kawasan industri besar, kawasan pemukiman hingga pusat perbe­lanjaan,” tegasnya.
Dijelaskan Zaki, jika jalan tersebut diserahkan ke Pemkab Tangerang, pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut. Bah­kan, rencananya, jalan tersebut akan diperlebar 12 meter atau men­jadi dua jalur untuk menunjang mobilitas di jalan tersebut. “Per­tumbuhan di sekitar jalan Legok sangat tinggi. Banyak pengembang perumahan yang membangun usah­anya di sana. Banyak pabrik-pabrik juga, jadi kalau jalan itu dibiarkan seperti sekarang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah itu,” tegasnya.
Selain itu, jika jalan tersebut sudah diserahkan ke Pemkab Tangerang, Zaki akan membuat regulasi lalu lintas di jalan itu. “Utamanya truk yang melebihi tonase, karena kalau tidak diatur akan mempercepat kerusakan jalan. Nanti truk-truk itu tidak boleh lagi lewat di jalur itu, tapi akan ada jalur lain yang bisa dilewati oleh truk,” tukasnya.
Desakan Bupati Zaki Iskandar terkait status Jalan Raya Legok didukung warga sekitar. Menu­rut warga, akan lebih baik jika jalan tersebut ditangani Pemkab Tangerang.
Udin (40), Warga Desa Legok, mengaku sangat miris dengan kon­disi Jalan Raya Legok yang kon­disinya rusak dan lamban perbai­kan. Akibatnya masyarakat sekitar serta pengguna jalan dirugikan. “Karena kondisinya rusak, aki­batnya sering terjadi kecelakaan. Bahkan tidak sedikit memakan korban jiwa. Jalan juga berdebu sehingga membuat pengemudi se­sak nafas dan mengaburkan pan­dangan,” ujar Udin.
Senada, Nurhidayatullah (50), pengendara yang melintas di jalan tersebut mengaku heran dengan sikap Pemprov Banten terhadap kondisi Jalan Raya Le­gok yang rusak. Pasalnya kon­disi tersebut sudah berlangsung lama dan minim perhatian. “Se­baiknya Pemprov melimpahkan status kepemilikan jalan tersebut ke Pemkab Tangerang supaya diperbaiki. Toh jalan ini juga pe­runtukannya untuk masyarakat luas,” tegasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.