Ayu Azhari Biasa Panggil Fathanah “Sayang”

Anis Matta Jadi Saksi Kasus Sapi
JAKARTA, SNOL Artis senior Ayu Azhari menjadi saksi dalam sidang suap pengaturan kuota daging impor dengan terdakwa Ahmad Fathanah, kemarin (26/9). Ayu dihadirkan karena beberapa kali menerima uang dari sahabat karib mantan Presiden PKSLutfhi Hasan Ishaaq (LHI) tersebut.
Di persidangan, Ayu mengakui memang beberapa kali menerima uang dari Fathanah. Namun menurutnya uang tersebut sebagai ijon untuk order nyanyi dalam sejumlah ac­ara yang akan diagendakan Fathanah. Acara-acara itu diantaranya kegiatan PKS.
Uang yang diberikan Fathanah pada Ayu itu antara lain USD 800, USD 1.000, dan Rp 20 juta. Uang dalam pecahan dolar diber­ikan tunai bertahap. Sementara uang Rp 20 juta, masing-masing Rp 10 diberikan tunai dan Rp 10 melalui transfer ke rekening anak perempuan yang bernama asli Khadijah Azhari itu. “Uang itu sebagai DP (down payment) atas tawaran job dari Pak Fatha­nah,” ujar Ayu.
Menurut dia, pria asal Makasar itu menawarkan sejumlah job manggung untuk keperluan pilkada yang diikuti kontestan PKS di beberapa daerah. “Saya pernah ditawari untuk nyanyi di Sulawesi. Dan katanya dijanji­kan pula untuk kegiatan pilkada untuk Jawa Barat, Medan, dan Malang,” jelas Ayu.
Jaksa penuntut umum (JPU) sempat meragukan pernyataan Ayu bahwa uang itu untuk DP order nyanyi. Jaksa sepertinya menduga uang itu terkait hubun­gan asmara antara Fathanah dan Ayu. Sebab jaksa Muhibud­din sempat menanyakan status hubungan Fathanah dan Ayu.
Ayu menjawab hubungan­nya biasa saja alias sebatas kawan. Mendengar jawaban itu Muhibuddin sempat meminta izin hakim untuk memutarkan rekaman pembicaraan telepon antara Fathanah dan artis 40 ta­hun tersebut. Namun ketua ma­jelis hakim menolak permintaan jaksa tersebut.
Mendengar permintaan jaksa tersebut, Ayu kemudian men­jelaskan bahwa memang ada sapaan sayang kepada Fathanah. Hal itu merupakan panggilan biasa. “Seperti di kalangan artis lainnya, hal seperti itu ya biasa saja. Termasuk jika itu saya gu­nakan untuk menyapa Pak Fatha­nah,” paparnya.
Selain Ayu, sidang juga meng­hadirkan mantan Sekjen yang kini menjadi Presiden PKS Anis Matta sebagai saksi. Anis ban­yak dicecar terkait bagaimana sertifikat tanah miliknya bisa di tangan Fathanah. Politisi asal Bone itu juga ditanyai tentang keterkaitan Fathanah dalam pen­calonan Ilham Arief Sirajuddin dalam Pilgub Sulsel 2012 lalu.
Mengenai sertifikat tanah, Anis mengatakan sertifikat ta­nah di Jatiwaringin itu sudah ia laporkan pada LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). “Saya berniat bisnis properti di lahan tersebut. Nah, Pak Fathanah ini mengaku kelu­arganya yang ada di sekitar situ ingin membeli,” ujarnya.
Mengenai keterlibatan Fatha­nah dalam pemenangan pilgub Sulsel, Anis mengatakan ter­dakwa memang mengaku orang dekat Ilham Arief. Anis men­gaku tidak tahu-menahu soal adanya dana Rp 8 miliar yang diberikan Ilham. “Urusan uang itu teknisnya DPW, kami yang di DPP hanya menerima usulan saja dari DPW,” katanya.
Dalam sidang kemarin, jaksa sempat memutarkan percakapan antara Anis dan Fathanah. Di percakapan yang ada sejumlah insial dan kode-kode. Anis men­gatakan percakapan itu hany­alah komunikasi biasa tidak ada rahasia dan kaitannya dengan proyek-proyek.
Meski Fathanah terlibat da­lam kegiatan strategis PKS, Anis menolak bila pria itu disebut sebagai kader atau simpatisan. “Saya rasa dia terlibat dalam uru­san partai karena memang dekat saja dengan presiden (Presiden PKS kala itu LHI),” ujarnya. (gun/agm/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.