DPRD Dukung Bupati Zaki

Ambil Alih Jalan Raya Legok
TIGARAKSA, SNOL Langkah Bu­pati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengambil alih Jalan Raya Legok- Karawaci milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten didukung DPRD setempat. Apalagi, rencana Bupati Zaki yang siap membenahi jalan tersebut untuk perkembangan dinilai sangat dibutuhkan.
“Saya pikir langkah bupati mengambil alih sudah sangat tepat. Apalagi jalan itu seperti tidak terurus dan banyak ke­luhan masyarakat terkait ban­yaknya kecelakaan,” kata Amran Arifin Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (26/9).
Menurut Amran, hampir se­mua jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tangerang kondis­inya memprihatinkan. “Banyak masyarakat yang selalu demo ke kami terkait kerusakan jalan ini. Dan masyarakat sebagai peng­guna langsung harus didengar aspirasinya,” kata Amran.
Amran juga mengaku di setiap kesempatan ia selalu menyam­paikan ke pihak Pemprov Banten soal kondisi jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Tangerang. “Tapi realitanya sampai hari ini belum ada tindakan serius, bahkan terkesan dibiarkan saja. Saya juga telah menyampai­kan kepada Bupati, bahwa jalan provinsi seperti Legok-Karawaci harus sudah dibuat dua jalur, dan Pemkab mampu mengelola dan memelihara jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Senada, salah satu tokoh masyarakat Legok, Ustad Nar­di menambahkan, masyarakat Legok sangat membutuhkan perawatan dan perbaikan Jalan Raya Legok-Karawaci. “Kami mendesak Gubernur Banten me­nyerahkan jalan tersebut kepada Pemkab Tangerang untuk segera diperbaiki,” kata Ustad Nadri.
Terpisah, warga Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa melaku­kan aksi tanam pohon pisang di Jalan Raya Tigaraksa-Cisoka. Aksi digelar lantaran warga kesal sudah lebih dari tiga tahun jalan milik provinsi itu tidak kunjung diperbaiki.
“Sudah banyak makan korban di Jalan Raya Tigaraksa-Cisoka ini. Mulai motor terperosok, mobil terguling dan lainnya. Apalagi kalau musim hujan dan tergenang air banyak pengendara yang jadi korban,” kata Tatang (33,) warga setempat.
Rohman (45) warga lainnya mengatakan, kondisi jalan rusak ini diperkirakan sudah berlang­sung selama tiga tahun tanpa ada perbaikan. Selama itu pula warga hanya swadaya menambal sulam lubang-lubang di jalan. “Kami minta jalan ini segera diperbai­ki,” tandasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.