Komplotan Pembobol ATM Dibekuk

TANGERANG,SNOL Empat pelaku pembobol ATM (anjungan tunai mandiri) berinisial ADL, IWD, AFN dan SK yang biasa beraksi di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta berhasil diringkus petugas Reserse Kriminal (Reskrim) Polres setempat. Bahkan satu diantaranya merupakan seorang wanita yang mengaku sebagai tunangan salah seorang tersangka utama dalam kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Bandara-Soekarno-Hatta AKP Dhany Aryanda mengatakan, keempat pelaku pembobol ATM dibekuk pada 14 September 2013 lalu. Penangkapan ini berawal dari laporan salah seorang korban yang mengaku uangnya raib di ATM sebesar Rp 14 juta.
Setelah dilakukan penyelidikan di sekitar area ATM Center Terminal IB, petugas sempat mencurigai aksi keempat pelaku yang kerap keluar masuk di area ATM center.Setelah melakukan pengamatan beberapa saat, akhirnya petugas berhasil menangkap mereka saat sedang beraksi. “Mereka kami bekuk, saat beraksi,” kata Dhany Aryanda.
Di hadapan petugas, pelaku mengaku sudah enam kali membobol ATM di Terminal IB Bandara dengan modus mengganjal lubang kartu ATM menggunakan pentol korek api. Begitu kartu ATM korban (nasabah) tersangkut di mesin, tiga orang pelaku yang berpura-pura antre untuk mengambil uang di area tersebut langsung beraksi seakan ingin membantu. Bahkan mereka juga menunjukkan kepada korban nomor call center yang bisa dihubungi. Padahal, nomor call center yang tertera pada mesin ATM tersebut adalah palsu.
“Dalam aksinya mereka bagi-bagi tugas, SK (wanita), ADL dan IWD pura-pura antre sebagai nasabah, dan AFN berada di sekitar lokasi untuk memantau suasana. Jika kondisi dinyatakan kondusif, baru mereka beraksi,” tukas Dhany. Setelah itu, jika korban menghubungi call center, AFN berpura-pura menjadi operator untuk mengarahkan korban agar memberi tahu nomor pin-nya.
“Saat itu juga AFN mengatakan bahwa ATM korban sudah diblokir,”tukasnya. Begitu korban meninggalkan tempat, kawanan penjahat itu langsung memasukkan gergaji kecil ke lubang ATM untuk mengambil kartu korban. Setelah itu mereka mencoba mentransfer di anjungan yang lain. “Mereka menjalankan aksi ini bukan di bandara itu saja, melainkan juga di beberapa daerah lain, seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” tuturnya.
AKP Dhany mengimbau kepada masyarakat luas, apabila mengambil uang di ATM dan menghubungi call center, kemudian operator meminta nomor rekening atau PIN, jangan pernah diberikan. Pasalnya, pihaknya bank tidak akan pernah meminta nomen PIN kepada para nasabahnya. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.