Rumah Kolega Prabowo Digranat

Di Bali View Pisangan, Ciputat, Diduga Persaingan Bisnis
CIPUTAT TIMUR, SNOL Aksi teror di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) makin mengga­nas saja. Bahkan aksi teror kali ini lebih ganas karena pelaku menggunakan granat untuk me­lukai korbannya.
Aksi teror itu menimpa Pola Wilson (45), Direktur PT Kertas Nusantara di Perumahan Taman Sari Bali View, Jalan Kintamani Blok C No 18, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel saat rumahnya dilempar bom jenis granat oleh orang yang tidak dikenal. Peristiwa terjadi sekitar Jumat (27/9) dinihari sekitar pukul 03.30 WIB.
Menurut sopir korban, Mu­hamad Sutarni, sebelum kejadi­an Pola Winson usai merayakan ulang tahunnya di Hotel Pacific Place, Jakarta, bersama teman-temannya. “Pulangnya jam set­engah dua malam,” kata Sutarni yang menggunakan pakaian sa­fari warna coklat saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.
Sutarni menambahkan, ia pulang dari rumah majikannya sekitar pu­kul 01.30 WIB, sebelum insiden itu terjadi. “Pagi-pagi ditelepon ibu (istri Pola Winson, red), rumah dibom, saya kaget dan langsung datang,” ungkapnya.
Sebelum kejadian, Sutarni bercerita, majikannya tengah be­rada di kamar mandi dan menge­tahui jika ada seseorang yang mengetuk pintu rumah, namun tidak langsung dihampiri.
“Bapak dengar ada yang ketuk pintu, lalu ngomong siapa itu? Untungnya bapak (Pola Winson) tidak ke ruang tamu, kalau ke ru­ang tamu bapak pasti kena leda­kan,” tuturnya.
Menurut Sutarni, selama ini majikannya diketahui sebagai pengusaha kertas dan teman dekat Ketua Dewan Pembina Par­tai Gerindra Prabowo Subianto. “Bapak pengusaha kertas, orang dekat Pak Prabowo,” ungkapnya.
Sementara ledakan yang terja­di di rumah pengusaha asal Me­dan itu diduga akibat persaingan bisnis. “Dia pengusaha. Diduga persaingan bisnis,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Ri­yanto, di lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi diper­oleh informasi bahwa saat pelaku melemparkan granat menggunakan jaket dan helm serta pelaku diduga satu orang. “Dugaan awal pelaku satu orang, apakah pakai sepeda motor atau tidak masih dalam penyelidikan. Namun pelaku melempar tanpa menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.
Menurut penjelasan Kombes Pol Slamet Riyanto, tidak ada penem­bakan dalam kejadian ini. Adanya pecah kaca yang terjadi rumah tet­angga korban disebabkan serpihan dari bahan peledak atau granat dari rumah Pola Winson.
Slamet mengatakan, terkait ledakan yang terjadi di kediaman Pola Winson, kini Reskrimum Polda Metro Jaya telah memer­iksa 10 saksi. Dia mengatakan, penyidik belum memeriksa sat­pam kompleks perumahan Jalan Taman Sari Bali View, Jalan Kintamani itu. “Satpam belum diperiksa,” ujarnya.
Hingga kini, lanjutnya, polisi masih mendalami penyebab ledakan tersebut. “Jenis granat masih perlu kami uji,” ujarnya. “Tidak ada korban jiwa dan luka dalam ledakan yang terjadi seki­tar pukul 03.30 WIB itu. Ada 10 saksi sampai saat ini,” tambah­nya. Menurutnya, saksi tersebut antara lain pembantu, tuan ru­mah dan tetangga.
Tidak hanya itu, di rumah sa­habat Prabowo ini, polisi men­emukan pin granat. Untuk me­nyelidiki ledakan yang terjadi di rumah Winson, selain meminta keterangan saksi atas peristiwa ledakan itu, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah tim Inafis dan Pus­labfor dari Polri melakukan olah TKP di dalam rumah tersebut. “Ditemukan ada pin atau tuas granat,” kata Kapolres Metro Ja­karta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat.
Namun, Wahyu belum bisa memastikan jenis bahan atau benda apa yang meledak di ru­mah Winson tersebut. Jenis ba­han itu masih diselidiki oleh tim Gegana Mabes Polri. “Kami masih menunggu hasil olah tem­pat kejadian perkara oleh Tim Labfor mabes Polri,” ujarnya.
Di Jakarta, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan bahwa saat ini Kepala Kepoli­sian Resor dan Tim Forensik tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara peristiwa per­cobaan peledakan bom di rumah yang pengusaha asal Medan, Sumatera Utara, Pola Winson di Taman Sari Bali View, Jalan Kintamani Blok C 1 nomor 18 Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Ju­mat (27/9), dinihari.
“Kapolres dengan Tim Foren­sik sedang olah TKP disana. Kita tunggu hasilnya,” tegas Kapolri kepada wartawan usai melayat jenazah Dokter Ahli Forensik Mun’im Idris di rumah duka Ru­mah Sakit Cipto Mangunkusu­mo, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).
Ia menegaskan, saat ini belum tahu jenis bahan peledak yang dilemparkan ke rumah pengu­saha itu. “Kita belum tahu jenis­nya, masih diurai. Kita tunggu saja hasilnya,” beber bekas Ka­polda Metro Jaya ini.
Yang jelas, ia menambahkan, sejumlah saksi-saksi sudah di­periksa. Ia berjanji perkemban­gannya nanti akan disampaikan kepada masyarakat.
Pintu Langsung Diganti
Kerusakan pintu kediaman Pola Winson langsung diganti. Dua orang utusan pun mengaku telah diperintahkan untuk me­lihat langsung kondisi rumah Direktur PT Kertas Nusantara itu.
“Kami dari internal Energy Group mau ngecek rumah Pak Winson dan cek perkembangan kasusnya. Habis ini mau ke Pol­res (Jakarta Selatan) atau Polsek (Ciputat),” terang Edi Yoel, utu­san dari PT Kertas Nusantara, saat ditemui di lokasi kejadian.
Pengamatan di lapangan, keru­sakan pada daun pintu berwarna putih terlihat jelas di sisi kanan bagian bawah. Lubang besar men­ganga menandakan bahan peledak dilemparkan pelaku misterius hingga merusak daun pintu.
Sekitar pukul 17.00 WIB sebuah mobil pick up datang dan berhenti tepat di depan rumah Winson. Dua orang pekerja tu­run dan langsung menggotong sebuah dauh pintu yang belum dipernis.
Tak berselang lama, daun pintu yang rusak diganti dengan yang baru. “Pintunya dari kayu kamper. cuma disuruh ganti aja,” ujar seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya. (irm/deddy/bnn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.