Sutarman Ditantang Sigap Atasi Peredaran Senpi dan Bom Rakitan

JAKARTA,SNOL Kecepatan Polri beradaptasi dengan tantangan terkini dan kesigapan merespon semua tantangan amat diperlukan untuk memulihkan rasa aman yang sangat dibutuhkan seluruh komponen masyarakat.
Penembakan dan pembunuhan prajurit Polri akhir-akhir ini menunjukan kelambanan Polri beradaptasi dengan tantangan terkini.
“Menjelang momentum pergantian Kapolri, saya merasa perlu mengingatkan hal ini kepada calon Kapolri Komjen Sutarman¬† agar segera mengajak seluruh jajaran Polri untuk memahami apa saja yang menjadi tantangan polisi dewasa ini,” ujar anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, Minggu (29/9).
Mengacu pada fakta-fakta kejahatan, berikut kualitas tindak kriminal yang berkembang hingga saat ini, muncul kesan di benak publik bahwa Polri relatif terlambat beradaptasi. Bahkan, boleh jadi cukup kedodoran.
Tidak hanya ancaman terorisme yang menggelisahkan. Maraknya perdagangan dan peredaran narkoba, serta senjata api (senpi) ilegal dan bom rakitan di beberapa pelosok daerah sudah merongrong keamanan dan ketertiban umum. Kinerja Polri dalam menanggapi dua kejahatan ini dirasakan belum maksimal. Misalnya, masyarakat bisa melihat dan merasakan bahwa peredaran narkoba cukup leluasa, sementara pasar gelap yang memperdagangkan senpi illegal terus berlangsung.
“Demi melindungi masa depan anak-anak dan generasi muda kita, tugas Polri memerangi jaringan perdagangan narkoba. Jangan lagi melulu difokuskan di dalam negeri. Oleh karena Indonesia sudah dijadikan target pasar oleh sindikat internasional,” tegasnya.
Bambang mengingatkan, sudah waktunya Polri mengerahkan intelijen untuk melakukan pengintaian di luar negeri agar pencegahan di bandara atau pelabuhan di dalam negeri menjadi lebih efektif. Masalah ini harus disikapi secara dini karena sangat berbahaya jika penyelundupan, perdagangan dan penguasaan senpi ilegal di tangan warga sipil tidak diperangi.
“Jika semakin banyak orang merasa terancam akibat maraknya penguasaan senpi ilegal, akan semakin banyak pula orang yang terdorong¬† memiliki senpil ilegal untuk melindungi diri,” demikian Bambang dari Fraksi Partai Golkar.(wid/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.