Kokain Rp 3,8 Miliar Disita

BANDARA,SNOL Sebanyak 776 gram kokain senilai Rp3,8 miliar berhasil disita petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang pada Senin (30/9). Barang haram tersebut diselundup­kan ke Indonesia dari Colum­bia dengan membaginya ke dalam 6 paket yang disembu­nyikan dalam UPS komputer.
Rencananya paket tersebut akan dikirim ke Bali den­gan penerima yang sekaligus ditetapkan sebagai tersangka berinisial SA (37) dan EH (52). “Setelah melakukan pemeriksaan terhadap barang haram tersebut dan hasil lab menyatakan jika itu positif kokain, kita langsung menge­jar penerima yang akhirnya berhasil ditangkap di Bali pada tanggal 3 Oktober di Jalan Imam Bonjol Denpasar Bali pukul 08.30 Wib,” ujar Purwidi, Plh Kepala Bea Cu­kai Bandara Soetta, Jumat (4/10).
Dijelaskan Puriwidi, pada Senin (30/9), petugas pen­gawasan dan pelayanan Bea Cuka Bandara mencurigai paket kiriman dari Bogota Columbia yang dikirim me­lalui salah satu perusahaan jasa titipan dengan nama penerima berinisial N tu­juan Bali.
Kemudian, pada saat pe­meriksaan awal didapati pa­ket berupa UPS komputer. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ter­hadap paket tersebut, petugas kemudian menemukan 6 pa­ket kecil berisi bubuk berwar­na putih yang disembunyikan di UPS komputer.
“Setelah dites dan ditim­bang, barang haram jenis kokain itu seberat 774 gram dengan estimasi Rp 3,8 mi­liar,” tuturnya.
Berdasarkan data yang di­miliki, ini merupakan kasus pertama penyelundupan ko­kain selama tahun 2013.
“Ini baru pertama kali ada kasus penyelundupan kokain di Bandara Soetta,” jelasnya.
Sementara itu, Wadir Ba­reskrim Mabes Polri Kombes Pol Anjan Pramuka mengata­kan Bali memang menjadi sa­lah satu pasar kokain terbesar di Indonesia.
“Untuk kokain, pasarnya terbesar memang ada di Bali, Lombok, Gili Trawangan dan sekitarnya. Sebab di sana ba­nyak turis,” jelasnya.
Pihaknya juga akan mengu­sut kasus ini sampai tuntas, bahkan ke tingkat gembong sekalipun.
“Untuk narkoba tidak ada toleransinya. Kita akan usut sampai tuntas. Bahkan, kalau ada gembongnya di sini juga akan segera kami tangkap. Harga mati untuk narkoba di Indonesia,” jelasnya.
Hingga saat ini, Petugas Bea Cukai dan Bareskrim Mabes Polri masih akan terus melakukan pengembangan hingga tuntas. Sementara tersangka akan dikenakan Undang-undang no 35 ta­hun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Pidana Mati dan penjara minimal 15 ta­hun. (kiki/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.