Truk Dihajar Kereta, Dua Tewas

Nekad Terobos Palang Perlintasan di Poris Plawad
TANGERANG, SNOL Palang perlintasan kereta api (KA) di Jalan KH Agus Salim, Ke­lurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kembali me­makan korban. Sebuah truk yang nekad menerobos palang perlintasan dihantam KA jurusan Tangerang-Duri, Jumat (4/10). Dua orang tewas dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu.
Dua korban tewas yakni sopir truk bernama Ilyas, Warga Serang, Banten dan Agus Purwanto (28), pengedara motor RX King warga Jurumudi, Kecamatan Benda. Se­dangkan satu orang yang mengalami luka bernama Andri Wahyudi warga Kebon Besar Tangerang.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk boks bermuatan tali plastik dengan nomor polisi B 9646 CR ini melintas di perlintasan KA di Jalan KH Ahmad Dahlan, sekitar pu­kul 10.00 WIB. Saat itu, korban tidak sadar bahwa jarak KA dengan mobil yang dikemudikan sudah dekat, yaitu hanya sekitar 100 meter.
“Saat itu truk melaju dari arah Batu Ceper menuju Jalan Benteng Betawi. Saya menduga sopir tidak sabar menunggu KA lewat dan langsung menerobos palang perlintasan,” kata Suradi (33), penjaga palang pintu ke­pada Satelit News kemarin.
Dijelaskna Suradi, belum sempat melewati perlintasan, bagian depan truk langsung dihantam KA yang melintas, sehingga menyebabkan truk itu terpental dan terbalik. Naas, Agus Purwanto, pengendara mo­tor Yamaha RX-King B 5091 CE tertimpa truk yang terbalik usai di­hantam kereta api. “Sopir truk tewas karena terhantam KA dan pengen­dara motor RX-King tewas tergencet di bawah badan truk,” tuturnya.
Menurut Suradi, perlintasan KA yang dijaga olehnya adalah palang perlintasan manual, hasil swadaya masyarakat sekitar. “Waktu saya mau menutup palang kereta, mobil malah tancap gas. Karena jaraknya cukup dekat, truk terhantam kereta dan terpental kemudian menimpa motor RX-King. Sementara dua kernet truk dan penumpang motor lainnya selamat,” ujarnya.
Dua korban tewas dan tiga kor­ban selamat kemudian dievakuasi ke RSU Kabupaten Tangerang. Sedangkan bangkai truk ditarik dengan mobil derek menuju Polres Metro Tangerang. Petugas Satlan­tas Polres Metro Tangerang masih melakukan olah TKP guna memas­tikan penyebab kecelakaan ini.
Evakuasi Berlangsung Dramatis
Pada tragedi kecelakaan kereta yang menabrak mobil truk boks bermuatan tali rafia, tiga orang di­antaranya berhasil diselamatkan. Namun, seorang pengendara mo­tor yang terjepit badan truk harus bertahan merintih kesakitan sela­ma satu jam akibat minimnya ban­tuan yang ada di lokasi kejadian. Beberapa kali korban meringis ke­sakitan dan meminta bantuan ke­pada ratusan warga yang menon­ton. Ia juga sempat menggedor truk boks untuk memberikan tanda jika masih ada yang selamat.
Sejumlah warga yang melihat keja­dian tersebut langsung berupaya me­nyelamatkan korban dengan menahan beban mobil menggunakan batu kali. Bahkan mereka bahu-membahu men­dorong badan mobil agar korban bisa segera diselamatkan. Namun upaya mereka tidak membuahkan hasil. Be­ban mobil yang terlalu banyak ditam­bah lagi dengan posisi korban yang masih terjepit pedal motor, membuat proses evakuasi semakin berat.
Tak lama kemudian, satuan polisi lalu lintas dari Polsek Cipondoh segera datang dengan membawa mo­bil forclip guna menjaga beban mobil agar korban bisa diselamatkan.
Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Ratusan warga yang me­nyaksikan tragedi tersebut terus mengumandangkan kalimat tauhid, bahkan ada diantara mereka yang terlihat menitikan air mata.
Melihat kondisi mobil yang penuh beban, warga akhirnya berinisiatif untuk mengeluarkan isi mobil agar beban mobil menjadi ringan, setelah itu barulah mereka bahu-membahu mendorong mobil hingga akhirnya korban bisa keluar dan selamat dari maut. (kiki/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.