Penyiram Air Keras di Bus Pernah Dua Kali Diamankan Polisi

JAKARTA,SNOL Pelaku penyiraman air keras di bus PPD 213, RN alias Tompel, diketahui tak cuma sekali ini saja berurusan dengan kepolisian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Polisi M. Saleh membenarkan RN sudah kali berurusan dengan polisi.
“Dia sudah tiga kali ditangkap,” kata Saleh di Mapolres Jaktim, Minggu (6/10).
Beberapa kasus yang pernah membuat berurusan dengan polisi adalah kasus tawuran yang kemudian dia ditahan di Kepolisian Sektor Matraman, Jaktim. Kemudian, Tompel juga pernah ditahan oleh Polsek Metro Taman Sari terkait dengan pembajakan sebuah bus bersama rekan-rekannya.
Hanya butuh dua hari jajaran kepolisian berhasil meringkus Tompel setelah aksi penyiraman air keras di Bus PPD nomor 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, di Jalan Jatinegara Jakarta Timur Jumat (4/10).
Tompel ini ditangkap Minggu (6/10) di Jalan Alamanda Villa Mutiara Gading 3 Kebalen Kecamatan Babelan, Bekasi. Polisi masih menyelidik motif pelaku. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan berarti. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan berarti. “Saat ini masih dalam pemeriksaan intensif,” katanya.
Penangkapan pukul 2.00 dinihari, merupakan yang ketiga dan kasus yang terberat dilakukan Tompel. Polisi juga menyita barang bukti berupa botol yang digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air keras. “Kali ini kasusnya lebih berat,” ujar Saleh.
Kendati demikan, Saleh tak menyebutkan kapan waktu penangkapan Tompel pada dua kasus sebelumnya. Yang jelas Tompel kini masih diperiksa intensif Polres Metro Jaktim.
Seperti diketahui, peristiwa mengejutkan terjadi di Jumat (4/10) pukul 6.00 pagi. Penumpang sebuah bus PPD nomor 213 berplat nomor B 7768 NP jurusan Kampung Melayu-Grogol dikejutkan dengan pelemparan air keras oleh seorang remaja yang diduga pelajar sebuah sekolah.
Saat itu, bus yang mengangkut banyak penumpang pelajar dan umum ini tengah berhenti di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.
“Telah terjadi penyiraman air keras kepada penumpang di dalam bus. Ada remaja menggunakan pakaian olahraga sekolah, tiba-tiba naik bus yang sedang behenti dan langsung menyiramkan air keras kepada penumpang bus,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya.  Akibatnya 13 penumpang mengalami luka, empat di antaranya pelajar. (boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.