Petisi Online untuk Selamatkan Situs Trowulan

JAKARTA,SNOL Situs kota peninggalan Kerajaan Majapahit, Trowulan yang berlokasi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dinyatakan sebagai situs pusaka World Monuments Fund (WMF) yang terancam hancur versi.
Masuknya Trowulan dalam program World Monuments Watch tahun 2014 diumumkan oleh kantor pusat WMF di New York, Amerika Serikat pada Selasa (8/10) pagi waktu setempat.
“Setelah melalui proses seleksi yang ketat dari 248 nominasi dan lebih dari 130 negara, Trowulan dinyatakan oleh World Monuments Fund sebagai World Endangered Site atau situs pusaka yang terancam kehancurannya. Dengan demikian perhatian khalayak internasional dalam bentuk advokasi pelestarian pusaka akan diberikan kepada Trowulan,” kata Profesor Dorodjatun Kuntjoro Jakti dari Dewan Penyantun Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) melalui siaran pers, Kamis (10/10).
Sejak diluncurkan tahun 1996, program World Monuments Watch telah membantu 740 situs pusaka di 133 negara dan 5 benua. Masuknya situs Trowulan dalam program ini menjadi dukungan yang luar biasa bagi seluruh pegiat pelestarian pusaka dalam menyelamatkan situs pusaka di Indonesia tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan BPPI, Luluk Sumiarso, mengatakan bahwa sisa-sisa kejayaan Kerajaan Majapahit di Trowulan hampir tak berbekas akibat aksi perusakan. Karenanya, saat ini tengah dirancang pendirian pabrik baja PT Manunggal Sentral Baja, persis di kawasan situs Majapahit di Trowulan.
Untuk mencegah pembangunan pabrik di wilayah Trowulan, BPPI bersama Jaringan Pelestarian Majapahit, dan warga setempat menginisiasi pembuatan petisi online di change.org. Petisi tersebut berhasil mengumpulkan 10.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan.
“Setelah BPPI mempresentasikan kawasan pusaka Trowulan dalam the 15th International Conference of National Trusts di Uganda-Afrika Timur, maka telah terkumpul hampir 10.000 dukungan dalam bentuk tandatangan,” ujar Luluk.
Upaya pelestarian situs kota Trowulan juga dilakukan melalui kegiatan Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day). Puncak kegiatan ini akan dilangsungkan di kawasan yang merupakan ibu kota Kerajaan Majapahit itu.
“Kegiatan ini menunjukkan upaya kita bersama untuk mendorong sinergi para pemangku kepentingan dalam upaya penetapan Trowulan sebagai Kawasan Cagar Budaya sesuai Undang–Undang Cagar Budaya XI/2010,” jelas Catrini P. Kubontubuh, Wakil Ketua Dewan Pimpinan BPPI sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo. (dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.