Satpol PP & AP II Segera Gelar Razia Gabungan

TANGERANG,SNOL Guna meminimalisir praktik calo tiket, taksi gelap dan gepeng di area Bandara Soekarno-Hatta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang beserta PT Angkasa Pura II berencana segera menggelar razia gabungan dalam waktu dekat.
Hal ini dirasa perlu dilakukan, mengingat ketiga permasalahan tersebut sudah cukup mengganggu kenyamanan para pengguna fasilitas bandara. Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kota Tangerang Irman Pujahendra. Irman menambahkan, dirinya sudah melakukan beberapa kali pertemuan guna membahas operasi gabungan tersebut.
“Hal ini sudah dalam tahapan pembahasan. Dan rencananya pihak AP II akan datang dengan membawa sejumlah data yang dibutuhkan. Jika tak ada aral melintang, kemungkinan awal November sudah bisa jalan,” jelasnya, Rabu (9/10).
Menurut Irman, untuk memberantas praktik ilegal tersebut, pihaknya tidak ingin setengah-setengah. Semuanya harus direncanakan dengan matang dan dilakukan secara komprehensif. “Saya tidak mau setengah-setengah. Gerakannya harus menyeluruh. Bahkan kalau perlu ada sidang tipiring bagi mereka yang melanggar guna memberikan efek jera,” jelasnya.
Lebih lanjut Irman menambahkan, operasi kali ini juga akan melibatkan segenap jajaran SKPD dan penegak hukum lainnya, seperti Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan Polres Bandara. “Selama ini kami memang belum pernah dilibatkan. Dan ini merupakan kali pertama kami melakukan operasi gabungan. Terlebih sejak saya menjabat Kasat Pol PP,” jelasnya.
Sebelumnya, Senior General Manager PT Angkasa Pura II Bram Bharoto mengatakan, pihaknya memang sudah berencana akan mengajak serta segenap jajaran Pemerintahan Kota Tangerang guna membantu mengamankan bandara dari praktik ilegal, seperti calo dan taksi gelap. “Bahkan kalau bisa, aturannya dijadikan perda saja. Biar ada efek jera. Kami juga sudah sampaikan ke DPRD Kota Tangerang. Semoga ada follow up lebih lanjut. Karena ini bukan persoalan baru,” tukasnya.
Dikatakan Bram, pihaknya juga akan menindak tegas siapa pun yang melanggar aturan yang ditetapkan meski ada indikasi keterlibatan pihak internal di dalamnya. “Kami akan tindak tegas, siapa pun tanpa pandang bulu. Kalau memang ada orang dalam yang ikut main, kami juga tidak segan untuk memberikan peringatan dan hukuman atas perbuatannya. Semua ini guna menuju World Class Airport pada 2015 mendatang,” tegasnya. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.