Koordinasi Dinas Tak Beres

PT Adhimix Berizin, Tata Kota Tak Tahu
TANGERANG, SNOL Polemik izin PT Adhimix yang berlokasi di Jalan Raya Perancis mengungkap nuansa lain. Ada aroma ketidakberesan koodinasi antara Dinas Tata Kota dan SKPD terkait lainnya.
Jika sebelumnya Kepala Dinas Tata Kota Dafyar Eliyadi Hardian mengaku pihaknya tidak pernah  mencabut segel operasional atas perusahaan beton tersebut, Satpol PP Kota Tangerang justru memegang Surat Keputusan Walikota Tangerang.
Surat Keputusan Walikota bernomor 667/ Kep 1599/BPMPPT/IMB/2013 yang tertanggal 22 Agustus 2013 lalu ditandatangani Walikota Tangerang Wahidin Halim. Dalam SK tersebut, PT Adhimix dinyatakan telah memenuhi syarat dan prosedur mendirikan bangunan yang diatur oleh Pemkot Tangerang.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kabid Pengawasan dan Penertiban Sat Pol PP Kota Tangerang Afdiwan. Afdiwan mengatakan, papan penyegelan miliknya yang sempat terpasang di depan perusahaan kini telah dicabut terhitung keluarnya SK Walikota tersebut.
“Papan penyegelan milik kami yang berwarna kuning, sudah kami copot. Dan gerbang yang sempat digembok, itu juga telah dibuka. Langkah ini diambil mengingat status izin bangunan tersebut sudah keluar. Terhitung pada 22 Agustus lalu,” ujarnya, Selasa (15/10).
Dikatakan Afdiwan, sebagai pihak eksekutor, dirinya hanya mengikuti prosedur yang sudah diatur dalam perda (peraturan daerah) serta mengikuti instruksi dari Walikota tanpa mengetahui soal di balik proses sampai keluarnya izin tersebut.
“Kami hanya menjalankan tugas sebagai pihak eksekutor. Perihal proses di balik ini saya tidak tahu. Yang pasti, ketika ada bangunan yang menyalahi aturan atau belum berizin, kami harus segera mengambil tindakan dengan melakukan penyegelan. Begitu juga sebaliknya, saat izin bangunan sudah keluar, kami wajib mencabut segala jenis penyegelan di bangunan tersebut,” tegasnya.
Namun, perihal papan penyegelan milik Tata Kota yang tetap masih terpasang di depan dinding PT Adhimix, Afdiwan mengaku tidak tahu soal itu. Pasalnya, dia hanya memasang, mengawasi serta mencabut apa yang menjadi wewenangnya saja.
“Kalau soal papan penyegelan milik Tata Kota saya tidak tahu. Saya hanya bertugas memasang, mengawasi serta mencabut papan milik Pol PP saja. Dan itu sudah dilakukan. Satu hal yang pasti, yang menjadi pegangan saya ya cuma SK ini. Makanya kami berani cabut status penyegelan di sana,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sebelunya Kepala Dinas Tata Kota Dafyar Eliadi Hardian menyatakan, pihaknya sampai saat ini merasa belum pernah mengeluarkan izin operasional kembali pasca penyegelan beberapa waktu lalu.
“Tata Kota belum pernah mengeluar izin untuk PT Adhimix. Karena memang masih ada beberapa hal yang perlu dibahas dengan AP II. Karena kan bangunannya berada di area otoritas bandara,” jelasnya kepada Satelit News beberapa waktu lalu. Disinggung soal aktifitas yang sudah mulai terjadi di area tersebut, pihaknya mengaku belum mengetahui dan baru akan berencana meninjau langsung ke lapangan.
“Saya belum tahu kalau sudah ada aktifitas di sana. Ya, nanti kita lihat dululah seperti apa. Tapi yang pasti, Tata Kota belum mengeluarkan izin resmi untuk perusahaan tersebut,” pungkasnya. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.