Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrok Sepatan

TIGARAKSA, SNOL  Polres Kota Tangerang menetapkan tiga tersangka kasus bentrokan antar dua kelompok pemuda yang menewaskan satu orang di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang pada malam lebaran lalu.
Polisi juga memastikan motif bentrokan gara-gara adanya pemalakan.“Kami sudah menetapkan tiga orang tersangka dari empat orang yang diamankan, yakni berinisial A, I dan H. Sementara satu orang lagi yang diamankan statusnya masih sebagai seorang saksi,” kata Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Irfing Jaya, Rabu (16/10).
Hasil pemeriksaan terhadap empat orang yang diamankan tersebut terungkap bahwa ada tujuh orang yang melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban bernama Andi bin Adot (18) tewas. Dari empat orang tersebut, polisi juga mengamankan sebilah golok yang digunakan untuk melukai korban.
“Jadi masih ada empat orang lagi yang buron dan sedang dalam pengejaran petugas. Pelakunya dari kelompok pemuda asal Ambon. Motifnya yakni saat preman asal Kampung Karet memalak kelompok pemuda asal Ambon dengan meminta uang untuk membeli minuman. Karena tidak diberikan sehingga terjadi perkelahian, hingga berujung bentrokan,” papar Irfing.
Tokoh masyarakat Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis, Nawa Said Dimyati mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat, bentrokan tersebut dipicu oleh aksi pemalakan oleh preman dari Kampung Karet hingga menelan korban jiwa. Selanjutnya terjadi penyerangan dari pemuda asal Kampung Karet setelah sholat Idul Adha.
Awalnya Nawa tidak mengetahui perihal penyerangan puluhan pemuda tersebut, bahkan sempat diperkirakan ada hewan kurban yang lepas dan mengamuk.
“Saat itu saya mau mimpin proses pemotongan hewan kurban, ternyata ada rame-rame. Saya samperin dan menghimbau agar masyarakat di Desa saya tenang. Saya juga mendatangi lokasi dan mencoba meredam masyarakat,” terang Nawa yang juga Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Kelurahan Kuta Baru.
Nawa menyayangkan saat kejadian tidak ada Muspika Sepatan, seperti camat dan kepala desa setempat untuk membantu menenangkan warga. “Yang ada saat itu adalah polisi dan masyarakat, kebetulan juga ada saya yang mencoba meredam kemarahan massa. Masalah ini juga sudah saya sampaikan ke Pemkab Tangerang untuk Camat dan Kades melakukan bina wilayah, agar menangkal konflik horizontal antar kampung. Serta optimalisasi peran Binamas dari kepolisian,” tandasnya.
Sebelumnya, pada malam lebaran lalu, dua kelompok pemuda di Kampung Karet Kavling Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang bentrok. Satu orang tewas dalam peristiwa itu. Korban tewas dengan tubuh penuh luka akibat sabetan senjata tajam pada bagian leher kanan dan kiri, kepala belakang, punggung belakang, betis kiri serta dengkul. Korban ditinggal usai dianiaya oleh pelaku pengeroyokan di tepi Jalan Raya Kukun, Desa Karet. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.