Sudah Booking Tiket ke Brasil

Ghana 6 v 1 Mesir
KUMASI,SNOL Leg perdana laga play-off antara Ghana melawan Mesir benar-benar milik tuan rumah. Tim berjuluk Black Stars itu menumbangkan Mesir dengan skor besar 6-1. Dengan leg kedua (19/11) yang kemungkinan di tempat netral karena alasan keamanan, Ghana seperti sudah mem-booking tiket ke Piala Dunia 2014 di Brasil.
Kapten Asamoah Gyan menciptakan dua golĀ  pada menit ke-4 dan 53. Setelah gol cepat Gyan, tim tamu memperburuk keadaan dengan Wael Gomaa membuat gol bunuh diri di menit ke-22. Mohamed Abou Trika sempat memberi harapan dengan memanfaatkan hadiah penalti pada menit ke-41.
Tapi, strategi kecepatan tempo permainan Ghana tak bisa distop Mesir. Satu-satunya gol lawan itu langsung dibalas rentetan gol dari Abdul Majeed Waris (44), penalti Sulley Ali Muntari (73), plus gol jelang akhir laga dari Christian Atsu (88).
Publik tuan rumah yang memadati Stadion Baba Yara dengan kapasitas 50 ribu langsung larut dalam euforia Piala Dunia. Meskipun Ghana tampil tanpa sejumlah pemain utama, mereka bisa mempecundangi Mesir dengan telak. Skor tersebut seperti menjadi “uang muka” perjalanan mereka ke Brasil.
Tapi, para pemain Ghana tidak ingin besar kepala. “Kami tetap harus mempersiapkan semua dengan baik. Kami harus melupakan bahwa kami punya keunggulan lima gol,” kata pelatih Ghana
James Kwesi Appiah seperti dikutip Sky Sports.
Pelatih 53 tahun itu memuji anak asuhnya. “Kami jauh lebih cepat dari pemain lawan. Anak-anak bermain sangat taktis. Saya sudah tahu sebelumnya bahwa jika anak-anak bermain bagus, Mesir tak akan punya sedikit peluang pun,” imbuhnya.
Ghana memang tampil sangat dominan bahkan sejak peluit ditiup wasit. Dalam waktu 100 detik pertama saja, mereka sudah mengkreasi dua peluang. Pada menit ke-4, Gyan mampu mengkonversi umpan menjadi gol.
Kekalahan ini membuka lagi memori pahit pelatih Mesir Bob Bradley. Saat menangani Amerika Serikat (AS) di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Bradley juga dipecundangi Ghana. “Mimpi ke Piala Dunia tetap kami pelihara selama dua tahun belakangan. Tapi sekarang, rasanya sudah hampir mustahil,” katanya.
“Saya bilang mustahil karena situasi yang kami hadapi sangat sulit. Kami harus realistis. Ghana adalah negara yang sangat gila sepakbola. Talenta para pemain dan emosi suporter mengalir dengan deras di Kumasi,” katanya. (aga/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.