Kardus Mie Instan Berisi Bayi Tampan

PONDOK AREN,SNOL Ricci Jordi (16) dan Denny (16) bak malaikat penyelamat. Dua pelajar SMA itu tiba-tiba dititipi kardus mie instan yang ternyata berisi bayi mungil oleh sepasang pria-wanita pengendara motor yang melintas di Jalan Kenari  Bintaro Sektor Dua, Kelurahan Rengas Kecamatan Ciputat Timur, Sabtu (19/10) malam.
Kapolsek Pondok Aren, Kompol Hafidh Susilo Herlambang menuturkan, penemuan bayi laki-laki itu bermula pada Sabtu sore ketika dua orang siswa SMA Ricci Jordi dan Denny tengah beristirahat usai bermain futsal di pinggir jalan. Kemudian, datang kepada mereka sepasang pria-wanita menggunakan sepeda motor untuk menanyakan alamat.
“Kedua pelajar ini tidak mengetahui alamat yang dimaksud. Kemudian kedua orang ini menitipkan kardus kepada mereka, dengan alasan akan menanyakan alamat tersebut kepada orang lain,” ujar Kompol Hafidh.
Setelah pasangan itu pergi, Jordi dan Denny tersentak saat mendengar suara tangisan bayi dari dalam kardus mie instan tersebut. Kedua pelajar itu pun penasaran dan membuka isi kardus yang diikat dari luar oleh pemiliknya. Alangkah terkejutnya mereka saat mendapati bayi yang masih memiliki ari-ari berada di dalamnya.
“Kemudian keduanya berinisiatif membawa kardus berisi bayi laki-laki yang masih hidup itu ke Yayasan Abinata di Jalan Mertilang Sektor 9 Bintaro Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, untuk diserahkan,” tutur Kompol Hafidh. Dan pihak yayasan melaporkannya ke Polsek Pondok Aren, untuk ditangani lebih lanjut.
Sembari ditangani dan dibuatkan laporannya, bayi lelaki malang itu dibawa ke Puskesmas Perigi yang berada persis di belakang kantor Polsek Pondok Aren. Pihak Puskesmas pun menindak lanjuti dan membawa bayi tersebut ke RSU Kota Tangsel.
Kini, kepolisian sektor Pondok Aren masih terus mencari siapa pelaku pembuangan bayi malang tersebut. Sementara bayi lelaki masih dalam perawatan intensif Bidan Nata wanita yang sehari-hari praktek di Puskesmas Perigi, Kecamatan Pondok Aren. “Sementara ini masih dalam perawatan di salah satu bidan di Puskesmas Perigi. Agar tak terlantar dan asupan gizinya cukup,” ungkap Kapolsek.
Sementara, Bidan Nata saat ditemui wartawan di tempat praktiknya tampak begitu akrab dengan bayi tersebut. “Namanya Lail, yang artinya malam. Karena dede ini ditemukannya malam,” kata Bidan Nata (28).
Dengan telaten, bidan muda ini mengasuh bayi malang tersebut di kontrakan yang juga tempat praktiknya di Jalan Bhakti RT.04/05, Kelurahan Perigi Lama.
Secara kesehatan, Nata menjamin bayi lelaki tampan tersebut sangat sehat. Saat pertama ditemukan beratnya 2,5 kg, kemudian pagi hari menurun ke 2,3 kg. Namun dia menjamin saat ini kondisi bayi itu sudah stabil dan sehat. Bahkan bidan muda itu mengatakan, Lail sangat tampan dan mempunyai dua lesung pipi serta kulit putih bersih, mata sipit seperti keturunan orang Jepang.
“Semoga nanti kamu dapat orangtua yang baik ya dek, kamu ganteng gini kok dibuang. Sementara sama bunda dulu disini ya sayang,” tuturnya sembari terus menciumi lembut wajah bayi malang yang dibuang orangtua tak bertanggung jawab.
Jauh sebelum dirawat sang bidan, bayi seberat 2,5 kilogram tersebut berjuang bertahan di dalam kardua mie instan di tengah dinginnya malam. Kalau saja tak ada dua pelajar yang mengamankannya sesaat setelah dibuang orangtuanya, mungkin nyawa bayi tampan itu tak tertolong. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.