Ketua Kumala Lebak Dikeroyok Belasan Orang

F-KETUA KUMALA LEBAK DIPUKULI-ISTLEBAK,SNOL Zaenal Ausof Yasir (27), Ketua Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) dianiaya belasan orang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Motif pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu (19/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB belum diketahui. Namun diketahui, Zaenal pada Senin (21/10) hari ini, akan menyerahkan berkas kasus korupsi di Kabupaten Lebak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Akibat kejadian itu, Zaenal menjalani perawatan di ruang unit gawat darurat (UGD) RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, karena mengalami luka lebam di bagian kepala akibat benda tumpul.
Sedangkan dua rekannya yakni, Irfan Muntaha (22) dan Mahfud (27) hanya mengalami luka memar pada bagian pundaknya.
Ditemui di ruang UGD RSUD dr Adjidarmo Rangkasbitung, Minggu (20/10), Zaenal menceritakan peristiwa itu. Pengeroyokan terjadi sepulang Zaenal bersama kedua orang temannya usai menghadiri pelantikan Kumala Perwakilan Jakarta.
Saat melewati Gereja Catedral, Lapangan Banteng Jakarta Pusat,  Zaenal dan kedua orang temannya tiba-tiba dicegat oleh belasan orang tak dikenal.
Zaenal dan kedua temannya tidak mengetahui pasti identitas para pelaku pengeroyokan tersebut.
“Kami dihadang dari depan dan belakang oleh belasan orang. Tanpa basa-basi lagi mereka me-narik dua orang teman saya dari belakang. Saya berusaha melawan sambil memeluk tas saya. Tapi tiba-tiba kepala saya dipukul dari belakang menggunakan benda tumpul,” kata Zaenal.
Mereka juga, lanjut Zaenal, mengambil dan membawa kabur tas miliknya yang isinya berkas kasus korupsi di Lebak yang akan dilaporkan ke KPK.
“Rencananya besok (hari ini-red) sekalian aksi. Tasnya saya berisi uang sekitar Rp 1,6 juta dan berkas-berkas kasus korupsi di Lebak hilang,” akunya.
Atas kejadian itu, ia menghubungi rekan-rekannya yang ada di wilayah DKI Jakarta. Sekitar satu jam kemudian ia dilarikan ke rumah sakit Husada di Jakarta Pusat untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Sekitar jam 12 malam teman-teman datang dan membawa saya ke rumah sakit Jakarta sampai jam tiga subuh. Dari situ saya dibawa ke Sekretariat Kumala Jakarta hingga saya dibawa ke Rumah Sakit Adjidarmo ini,” terangnya.(ahmadi/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.