Waduh, Stok Buku Nikah Menipis

TANGERANG, SNOL Pasangan pengantin baru yang menikah  di Kota Tangerang, sepertinya harus sedikit bersabar. Jangan terkejut jika setelah melangsungkan akad, nantinya hanya diberi surat keterangan nikah (SKN) sebagai pengganti buku nikah oleh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. SKN yang diberikan itu sifatnya hanya sementara. Sebab, buku nikah yang ada di KUA Kota Tangerang saat ini stoknya sudah menipis, meski persediaan yang ada masih cukup hingga akhir tahun.
“Stok masih ada, cuma menipis. Jika nanti habis, terpaksa pasangan baru menikah hanya akan diberikan SKN. Meski hanya berupa surat keterangan, surat tersebut resmi yang menunjukkan bahwa mempelai itu menikah secara hukum negara,” kata Pelaksana Bimas Kantor Kemenag Kota Tangerang, Duhita, Rabu (30/10).
Duhita menyebut, krisis buku nikah tersebut sudah berlangsung sejak September lalu. Menurutnya, persediaan yang ada saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pihaknya harus memilah KUA mana yang paling membutuhkan distribusi buku nikah terlebih dahulu. “Kita lihat permintaan dari tiap-tiap KUA yang ada di masing-masing kecamatan. Yang paling banyak minta, itu dulu yang kita jadikan prioritas,” jelasnya.
Tahun ini pemerintah pusat melalui Kanwil Banten belum mengirimkan lagi pasokan buku nikah untuk wilayah Kota Tangerang. Sisa pasokan buku nikah yang ada tinggal sekitar 1.000 pasang. Pengiriman buku nikah baru akan dilakukan jika persediaan memang telah habis. Dia mengungkapkan, untuk Kota Tangerang mendapatkan jatah 12 ribu buku nikah tiap tahunnya. Hal ini disesuaikan dengan jumlah pernikahan yang terjadi di tahun sebelumnya.
“Sebenarnya kejadian ini merata di seluruh Indonesia. Dan beruntung di Kota stoknya masih ada. Kabupaten Tangerang yang sempat kosong,” ungkapnya. Duhita menduga, belum dikirimnya buku nikah akibat masih adanya pengerjaan atau percetakan yang dilakukan pihak ketiga. Selain itu, kemungkinan adanya keterlambatan pencairan dana ke percetakan sehingga menghambat proses distribusi.
“Tapi bagi warga Tangerang, jangan khawatir karena pihak Kemenag sudah mengajukan permintaan buku. Paling lambat November buku nikah sudah datang,” katanya. SKN nantinya diganti dengan buku nikah setelah ada persediaan kiriman dari Kanwil Kementerian Agama Banten. Surat keterangan dikeluarkan agar warga merasa tenang dan merasa sah sebagai suami-istri sesuai hukum negara.
Sementara, salah satu calon pengantin di daerah Cipadu, Kecamatan Larangan, Ika Sartika (27) mengaku tidak mengetahui persoalan menipisnya stok buku nikah yang tersedia di KUA. Meski demikian, dia tetap akan melangsungkan pernikahannya pada 24 November yang jatuh pada hari Sabtu mendatang. “Jadwal pernikahan sudah ditetapkan sehingga kami tidak bisa membatalkannya, meskipun katanya stok buku nikah menipis. Yang terpenting ada surat keterangan dari KUA yang menyatakan kami telah menikah secara resmi secara agama dan hukum negara. Toh, nanti bisa diganti dengan buku nikah setelah ada kiriman dari pusat,” tandas Ika. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.