Penyelesaian Molor, Warga Kecewa

Perbaikan Jembatan Pintu Air 10
TANGERANG, SNOL Rencana penyelesaian perbaikan jembatan Pintu Air 10, di Jalan Sengego, Kecamatan Karawaci meleset dari target yang telah ditentukan. Semula Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang menargetkan jika proyek senilai Rp 7,4 miliar tersebut bisa selesai pada 7 Desember mendatang.
Namun karena alasan teknis konstruksi, pihaknya PU mengundur waktu penyelesaian hingga 21 Desember 2013. Pasalnya, ada perubahan struktur di bagian ujung jembatan dekat Kantor Inspektorat. “Struktur konstruksinya sudah lelah, saat dicoba timbul goyangan yang terlalu tinggi. Kita khawatir kalau dilewati truk besar tidak kuat. Jadi sekalian kita perbaiki, sehingga ada penambahan jadwal kerja,” ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Herry C Truna Jaya, Kamis (31/10).
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya agar proses perbaikan jembatan bisa selesai sesuai target dengan menambah jam kerja para pekerja. “Ada sekitar 40 pekerja, dan kita sarankan mereka untuk lembur. Biar target terkejar,” ujarnya.
Namun, Herry menyebut jika progres perbaikan jembatan tersebut sudah sampai 35 persen. Jika pemasangan precast selesai, selanjutnya akan dilakukan pengecoran, hotmix, pembuatan trotoar, sekaligus pengecatan. “Selain itu kita juga pasang garis khusus di trotoar untuk membantu tuna netra melewati jembatan. Sejauh ini pekerjaan belum ada kendala. Hujan juga tidak mempengaruhi pekerjaan karena turunnya tidak lama, paling cuma dua jam,” katanya.
Untuk saat ini, proyek perbaikan Jembatan Pintu Air 10 sudah memasuki tahap pemasangan precast (plat lantai). Ditargetkan tahapan tersebut selesai selama dua minggu ke depan. “Saat ini kita mulai pasang precast di jembatan rangka, jumlahnya 96 piece. Kalau kiriman precast dari rekanan lancar, dua minggu sudah selesai,” katanya.
Melesetnya jadwal penyelesaian perbaikan jembatan Pintu Air 10 nyatanya disambut rasa kecewa para warga yang biasa melewati perlintasan tersebut. Pasalnya, sejak resmi ditutup awal Oktober lalu, para pengguna jalan terpaksa harus memutar rute perjalanan mereka. Dan hal tersebut dinilai cukup menyita waktu.
Ahmad Baidhowi (28) misalnya, warga Sepatan yang bekerja di bandara ini mengaku jika sejak jembatan Pintu Air 10 diperbaiki, dirinya harus memutar dengan waktu perjalanan yang lebih lama. “Muternya itukan lumayan. Harus lewat jembatan Satria dan Rumah Sakit Sitanala. Belum lagi macetnya. Kalau biasanya dari rumah ke bandara cuma 30 menit, sekarang bisa sampai 45 menit. Malah kalau macet banget bisa sampai satu jam di jalan,” keluhnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah dan dinas terkait untuk bisa mempercepat proses penyelesaian perbaikan jembatan. “Saya sih berharap perbaikan jembatan bisa cepat selesai. Biar enggak muter-muter kalau mau kerja. Capek di jalan,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Jembatan Pintu Air 10 memang belum pernah diperbaiki sejak dibangun pada 1995. Perbaikan tersebut merupakan yang pertama kalinya dengan alokasi anggaran Rp 7,4 miliar. Jembatan dengan ukuran panjang 160 meter dan lebarnya 9 meter ini merupakan salah satu akses menuju bandara Soekarno-Hatta. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.