Renovasi Museum Fatahillah Telan Rp 22 M

MUSEUM Sejarah Jakarta atau yang lebih akrab dikenal Museum Fatahillah direnovasi. Untuk mempercantik tampilan museum di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat itu, Pemprov DKI meng­gelontorkan dana Rp 22 miliar.
Kepala Museum Sejarah Jakarta Enny Prihantini menjelaskan bahwa dana itu digunakan untuk memperbaiki beberapa bagian di gedung zona A. Rinciannya, perbaikan dilakukan di bagian dinding, kusen, palang, dan lantai museum.
Menurut Enny, banyak bagian tersebut yang rusak karena dimakan rayap. Makanya, perlu secepatnya diperbaiki supaya wisatawan lebih nyaman menikmati semua koleksi museum.
“Yang rusak kita ganti semuanya. Tidak hanya diganti, kita cat ulang juga supaya kelihatan lebih baru,” ujar dia kepada Jawa Pos.
Selain renovasi bangunan, tahun ini instalasi listrik Museum Fatahillah juga diperbaiki karena selama puluhan tahun belum pernah diganti. “Sudah sejak 1980-an belum diganti. Jadi, kami anggarkan tahun ini,” ucapnya.
Renovasi yang dimulai sejak 17 September lalu itu diprediksi rampung paling lambat 15 Desember nanti. Berbeda dengan perbaikan lift dan renovasi puncak Monumen Nasional (Monas) yang mengharuskan salah satu objek wisata favorit di ibu kota itu tutup, perbaikan Museum Fatahillah tak akan mengganggu aktivitas di dalam. Artinya, pengunjung masih bisa menikmati koleksi-koleksi museum tersebut.
“Kita tetap buka normal. Kecuali koleksi di gedung zona A, pengunjung bisa masuk dan melihat-lihat koleksi di zona yang lain,” terang Enny.
Berdasar data yang berhasil dicatat petugas, rata-rata jumlah pengunjung museum setiap bulan mencapai 50 ribu orang. Hari libur dan akhir pekan biasanya pengunjung lebih ramai daripada hari-hari lainnya. “Pengunjung masih didominasi wisatawan asing,” tutur dia.
Perbaikan museum, ungkap Enny, akan berlanjut tahun depan. Dengan anggaran berbeda, rencananya gedung zona sayap kiri dan sayap kanan akan diperbaiki bersamaan dengan perbaikan ruang pamer di gedung zona A. “Itu semua direncanakan tahun depan. Tapi, anggarannya belum diketahui,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Arie Budhiman menjelaskan, perbaikan Museum Fatahillah sebenarnya sudah dimulai tahun lalu. Perbaikan dilakukan bertahap. Sebagai bangunan cagar budaya dan destinasi wisata, museum itu sudah sepatutnya dijaga dan dirawat. “Karena itulah, kami jalankan program revitalisasi dan renovasi museum,” kata dia. (syn/hen/dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.