Terdakwa Kasus Aborsi Selalu Bilang Demi Allah

SERANG,SNOL Kondisi terpojok tidak jarang membuat seseorang membawa-bawa nama Tuhan untuk meutupi kesalahannya. Seperti yang dilakukan Djaja Rachmat, dokter yang didakwa melakukan praktek aborsi ilegal.

Djaja Rahmat didakwa melakukan praktek aborsi ilegal terhadap Amroyati alias Nia Damayanti. Amroyati merupakan korban aborsi sekaligus terdakwa dalam kasus yang sama (berkas terpisah).
Dalam persidangan yang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (31/10), pemilik Klinik Mulya Medica di kompleks Bumi Ciruas Permai (BCP), Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang itu banyak mengelak keterangan penyidik. Terdakwa selalu menyebut – nyebut nama Allah saat membantah keterangan penyidik yang sebelumnya sudah diperiksa majelis hakim.
Misalnya, saat hakim menanyakan perihal tarif yang dikenakan terdakwa kepada korban senilai Rp 5 juta. Tarif tersebut membuat membuat korban tidak bisa membayar karena terlalu tinggi.
“Demi Allah saya enggak pernah memasang tarif. Saya hanya bilang ke mereka, beri aja pembantu saya untuk uang nunggu,” ujar Djaja.
Menurutnya, dalam setiap praktek medisnya pun terdakwa tidak memasang tarif. Terlebih untuk menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan seorang ahli medis.
Tidak hanya disitu terdakwa juga berulang kali menyebut nama Allah untuk membela dirinya dalam persidangan. Seperti ketika membantah tuduhan penyidik yang saat bertemu di tempat praktek aborsinya tidak mengaku sebagai dokter. Terdakwa mengelak bertemu penyidik di rumahnya.
“Demi Allah saya tidak pernah bertemu mereka (penyidik-red),” jawab Djaja saat ditanya terkait penyidik yang menemui terdakwa dirumahnya tetapi tidak mengaku sebagai dokter.
Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Lian Henry Sibarani dan JPU Kejari Serang Andri Saputra, terdakwa juga mengakui tidak memiliki sertifikat keahlian khusus kandungan. Dia beralasan menangangi kasus Amroyati karena terdesak keadaan. Saat itu, korban mengaku akan bunuh diri jika aborsi tidak dilakukan.
Kasus aborsi dokter Djaja mencuat saat Polsek Ciruas mendapatkan laporan dari warga terkait praktik aborsi di Klinik Mulya Medika pada Selasa 4 Juni 2013 lalu. Dari hasil investigasi, polisi menemukan lima janin bayi. Janin bayi itu ditemukan polisi di tempat pemakaman umum (TPU) Pelawad, Ciruas.(bagas/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.