Kepergok Selingkuh, Malah Polisikan Pasangan Sahnya

PONDOK AREN, SNOL Malam minggu dini hari kemarin, Jayadi (46) dan Nuraini (26) janjian bertemu. Setelah ditunggu, berangkatlah pasangan selingkuh ini. Mereka berdua menggunakan mobil menuju kawasan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.
Namun, mereka sepertinya tidak sadar, kalau Abdul Rahman (32), suami Nuraini membuntuti mereka pergi. Dan puncaknya, sesampai di Jalan Raya Ciseeng, kedua insan yang tengah dimabuk asmara ini digerebek oleh Abdul Rahman beserta keluarganya.
Saat kepergok di dalam mobil itu, Jayadi dan Nuraini dipaksa pulang ke rumah orang tua Nuarini di Kampung Pondok Pucung RT 05/04 Kelurahan Pondok pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel untuk menyelesaikan masalah.
Namun sesampai di rumah mertuanya itu, Abdul Rahman sepertinya tidak bisa menahan emosi yang sudah lama dia pendam. Dibantu kakaknya, Abdul Rohman langsung menghujamkan bogem mentah ke tubuh Jayadi. Tubuh Jayadi yang juga tetangga Abdul Rahman dan Nuraini di Parigi Lama Rt 03/05 Kecamatan Pondok Aren, ini pun terkapar bersimbah darah.
Menurut Abdul Rahman, perselingkuhan antara istrinya dengan tetangga ini sudah lama terjadi. Ini adalah yang kedua kalinya mereka kepergok memadu kasih.
“Ini yang kedua kalinya ketahuan, dulu sempat berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Tapi, minggu malam pada pukul 01.30 saya pergoki sedang berduaan di dalam mobil di Jalan Raya Ciseeng Bogor, Jaya Barat, sama pasangan selingkuhnya,” kata Abdul penuh emosi.
Meski telah ditempuh jalan kekeluargaan, namun rupanya Abdul Rahman tetap tidak terima. “Aaya tetap akan ceraikan istri saya,” kata lelaki yang mengaku sudah 11 tahun membina rumah tangga dengan Nuraini.
Nah, kasus cinta segi tiga ini akan terus merembet. Itu karena Jayadi, melaporkan Abdul Rahman ke Polsek Pondok Aren karena kasus penganiayaan. “Saya dianiaya sampai babak belur begini. Tidak terima saya,” katanya sembari mengaduh kesakitan, saat ditemui di Polsek Pondok Aren kemarin.
Warga Jombang RT 01/10 Kecamatan Ciputat, ini sekujur tubuhnya babak belur dipukuli oleh keluarga Abdul Rohman dan kakaknya, saat dia bersama Nuraini saat kepergok tengah berduaan di dalam mobil di Jalan Raya Ciseeng, Bogor.
Setelah kepergok begitu, Jayadi mengaku dipaksa untuk pergi ke orang tua istrinya di Kampung Pondok Pucung RT 05/04 Kelurahan Pondok pucung, Kecamatan Pondok Aren. Sesampainya di rumah, pemukulan pun terjadi. Tanpa basa basi, Jayadi malah dipukuli oleh Abdul dan kakak pasangan selingkuhannya. “Saya berniat minta maaf dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Tapi malah dikeroyok,” ujar Jayadi.
Menurutnya, ada lima orang yang datang ke rumah tersebut. Tapi yang mukulin dua orang, Abdul Rahman dan kakaknya. Mendapat perlakuan tak menyenangkan, Jayadi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondok Aren.
Sementara itu, saat ditemui di Polsek Pondok Aren, Nuraini (26)  mengakui hubungannya dengan Jayadi yang juga tetangganya sudah berjalan selama dua tahun. Alasannya sederhana, yakni sudah tidak ada lagi kecocokan dalam rumah tangga.
“Saya sudah dua tahun hubungan sama mas Jayadi, soalnya sudah tidak ada kecocokan lagi sama suami. Dan semalam mau diselesaikan sama keluarga tapi sampai di rumah ibu saya, malah dianiaya,” kata wanita yang sudah dikarunai anak laki-laki umur 9 tahun dari hasil perkawinannya dengan Abdul Rohman. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.