Relawan Demokrasi Jangan Jadi Alat Propaganda Parpol

SERANG, SNOL Sikap tidak peduli masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilu 2014 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penyelenggara Pemilu. Relawan Demokrasi kabupaten dan kota pun dibentuk, serempak di Serang Banten, Sabtu (1/11).
Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna menjelaskan, masyarakat yang diangkat menjadi Relawan Demokrasi merupakan orang-orang yang terbaik, yang dipilih dari berbagai macam latar belakang, seperti aktivis kampus, aktivis perempuan, tokoh masyarakat maupun tokoh agama.
“Relawan Demokrasi merupakan tonggak dan juga pelaksana untuk menyemangati dan menggerakkan masyarakat agar mau berpartisipasi. Sehingga angka partisipasi Pemilu tahun 2014 lebih meningkat dibandingkan Pemilu tahun 2009 yang hanya 70,99 persen,” kata Agus.
Namun demikian, Agus mengingatkan agar Relawan Demokrasi tidak boleh dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Seperti dijadikan alat propaganda atau menguntungkan salah satu partai politik tertentu. “Relawan Demokrasi hanya untuk mensukseskan Pemilu 2014. Sehingga dapat memberi semangat kepada masyarakat, betapa pentingnya pesta demokrasi setiap lima tahun sekali ini”, paparnya.
Sementara, salah seorang anggota Relawan Demokrasi dari Tangerang Selatan (Tangsel), Abdul Rozak, mmenjelaskan, Relawan Demokrasi yang sudah dibentuk akan bekerjasama dengan penyelenggara Pemilu dalam mensosialisasikan Pemilu 2014 kepada masyarakat.
“Relawan Demokrasi ini merupakan mewakili dari kelompok yang ada di masyarakat. Seperti tokoh agama, pemilih pemula maupun dari perwakilan perempuan. Dengan terwakilinya kelompok-kelompok tersebut bisa lebih dekat sehingga maksimal dalam sosialisasi Pemilu 2014,” kata pria yang juga perwakilan dari tokoh agama itu.
Rozak berharap agar program Relawan Demokrasi bisa menjadi gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. Dimana setiap programnya, menempatkan masyarakat sebagai agen-agen demokrasi bagi komunitasnya. “Langkah awal yang akan dilakukan adalah dengan mensosialisasikan Pemilu di setiap kesempatan. Misalnya dalam pengajian-pengajian dan pertemuan warga,” tuturnya.
Dengan adanya relawan ini, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap pelaksanaan Pemilu 2014 lebih meningkat lagi. Karena pelaksanaan Pemilu sejak tahun 1999 terus menurun. Dari 92,99 persen pada Pemilu 1999, menurun menjadi 84.07 persen di Pemilu 2004. Terus kembali menurun di Pemilu 2009 dengan tingkat partisipasi hanya 70,99 persen saja. (pramita/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.