Takut Dirazia, Ribuan TKI Minta Perlindungan Komjen Jeddah

JAKARTA,SNOLĀ Habisnya masa amnesti yang diberikan pemerintah Arab Saudi membuat para TKI undocumented panik. Mulai Minggu kemarin, mereka berbondong-bondong menuju Komjen RI di Jeddah untuk meminta perlindungan agar tidak kena razia.
Kebanyakan mereka adalah perempuan yang berprofesi pembantu rumah tangga.
“Teman-teman yang tidak punya dokumen takut dirazia. Mereka inisiatif datang ke Komjen untuk minta perlindungan,” tutur Dedi Ridwan, salah satu TKI yang bekerja di Jeddah , Senin malam (4/11).
Menurut Dedi, kabar habisnya masa amnesti beredar begitu capet. Para TKI dari berbagai di daerah terus berdatangan ke Komjen sampai minggu malam. Jumlahnya mencapai 3-4 ribuan. Karena tidak tertampung, pihak Komjen RI dan Imigrasi Arab Saudi sepakat mengumpulkan mereka di Kibir Falestin (jembatan Falestin).
“Mereka berkumpul di pinggir jalan,” ujarnya.
Malam harinya, para TKI ini baru diangkut ke Tarhil Immigration (penjara Imigrasi) di Somesi dengan menggunakan bus. Sekarang ini, semua TKI dari Kibir Falestin sudah diangkut.
“Jumlahnya sekitar 4 ribuan,” kata Dedi.
Untuk kondisi fisik, Dedi melihat para TKI itu sehat. Tapi untuk psikologis, mereka tertekan dan takut. “Untuk bangunan, cukup bagus, karena masih baru. Tapi untuk makan, belum disediakan. Mereka masih cari mandiri,” imbuhnya.
Sampai saat ini, sambung Dedi, belum ada proses dari KJRI dan pihak Imigrasi Arab Saudi memulangkan para TKI. Dia berharap, pemerintah Indonesia bisa bergerak cepat agar teman-temannya sesame TKI di sana bisa segera dipulangkan.
“Mereka tertekan dan ingin segera pulang,” demikian Dedi.
Selama proses amnesti berlangsung, tambahnya, sebagian besar TKI memang ingin pulang. Saat proses untuk mendapatkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), sebagian TKI memilih untuk mengurus perizinan pulang. Namun, proses yang berbelit-belit dan panjang, membuat sebagian besar TKI justru tidak mendapatkan perizinan itu.
“Mereka nggak punya uang. Sekarang, memilih dideportasi saja. Dengan harapan, proses deportasinya baik-baik,” tandasnya.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.