JK: Gaji Buruh Jadi Korban Karena Mahalnya Biaya Produksi

JKJAKARTA,SNOL Jusuf Kalla (JK) yakin Indonesia akan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi pasca 2014. Permasalahan yang terjadi saat ini sifatnya temporer atau sementara saja.
JK mengatakan bahwa apa yang dialami oleh melemahnya ekonomi Indonesia saat ini disebabkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlebihan, di sisi lain APBN masih menanggung subsidi yang besar.
“Trade defisit saat ini disebabkan konsumsi BBM yang berlebihan. Padahal 40 % BBM kita berasal dari impor, pada saat yang bersamaan pendapatan ekspor kita turun akibat harga batubara, crued palm oil (CPO) dan gas alam menurun,” kata mantan wakil presiden itu saat menerima tamu kehormatan Duta Besar Kanada Donald Bobiash di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (5/11).
Seperti dalam keterangannya, JK juga menyadari bahwa harga batubara dan gas alam dunia sulit untuk naik di masa mendatang salah satunya akibat ditemukan alternatif baru, yaitu shale gas di berbagai negara.
Dalam perbincangan yang sangat menarik itu, PR Indonesia di masa mendatang ungkap dia adalah bagaimana bisa menaikan global chalenge chain, memproduksi barang jadi, bukan menjual bahan mentah saja. JK memang selama ini menekankan produktivitas perekonomian harus ditingkatkan dengan meningkatkan nilai tambah.
“Ini akan menjadi mudah, jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia ditingkatkan,” ujar JK.
Dalam bidang ini, Indonesia sudah sadar, hanya ada tiga negara di dunia yang mencantumkan dengan jelas budget untuk pendidikan di konstitusi mereka, yaitu Argentina, Taiwan dan Indonesia. 20 persen alokasi APBN untuk pendidikan. “Ini awal yang baik, tetapi diperlukan eksekusi yang baik pula,” ungkapnya.
JK dengan percaya diri mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa Industri di mana Indonesia siap bersaing di pasar global. Industri komponen dan automotif misalnya, Indonesia lebih kompetitif daripada Thailand, yang selama ini dianggap sebagai “produsen” automotif kawasan.
Bicara tentang industri, Dubes Kanada tidak lupa bertanya tentang demo buruh di Indonesia. JK yang pro terhadap kesejahteraan buruh berpendapat bahwa upah buruh masih rendah, perlu dinaikkan tetapi secara bertahap, supaya bisnis juga tidak terganggu. JK juga mengatakan bahwa pada saat yang bersamaan, produktivitas buruh harus ditingkatkan melalu perbaikan skill.
Kata JK, upah buruh yang rendah tersebut salah satunya disebabkan tingginya biaya bunga, biaya logistik dan ketidakpastian hukum di Indonesia. Bunga di Indonesia salah satu yang tertinggi di kawasan ekonomi regional. Biaya logistik juga, nilainya hampir 20 persen dari GDP Indonesia. Hal ini menyebabkan biaya produksi mahal oleh karena itu gaji buruh sering jadi korban. Tetapi, buruh juga harus paham, demonstrasi bukan cara yang baik, perlu duduk bersama membahas perbaikan. (rus/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.