Harga Minyak di Bawah Asumsi APBNP 2013

JAKARTA,SNOL Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) menunjukkan tren menurun. Berdasar hasil perhitungan terbaru, ICP Oktober turun di bawah asumsi APBN-P 2013 yang dipatok USD 108 per barel.
Merujuk laporan Ditjen Migas Kementerian ESDM yang dipublikasikan kemarin, rata-rata ICP Oktober tercatat USD 106,39 per barel. Angka tersebut anjlok USD 3,3 dibanding rata-rata ICP September. Sedangkan harga Minas/SLC (Sumatera Light Crude) juga terkoreksi USD 5,58 per barel. Yakni dari USD 113,93 per barel pada September menjadi USD 108,35.
Penurunan tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional. Harga minyak dunia melorot setelah terkena dampak pelemahan ekonomi global. Salah satunya akibat penurunan prediksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2013 sebesar 0,1 persen menjadi 1,6 persen.
Dari sisi konsumen, Organisaasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat terjadi penurunan permintaan minyak mentah pada 2013. Menurut laporan OPEC pada Oktober, pasokan dari negara anggota hanya 29,9 juta barel per hari (bph). Angka itu turun 0,5 juta barel dibanding realisasi 2012 yang mencapai 30,4 juta bph.
Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, hasil ICP Oktober cukup memberikan kepastian untuk sisa tahun ini. Sebelumnya, pemerintah sempat dibuat khawatir dengan ICP September yang  naik di atas acuan APBN-P 2013. “Tapi saya rasa kondisi global saat ini sudah bisa memberikan kepastian. Jadi saya optimistis acuan ICP tak akan melebihi asumsi pemerintah,” jelasnya.
Dia memrediksi, harga ICP bakal begerak cukup stabil di alur menurun pada dua bulan mendatang. Hal tersebut karena minyak dunia sudah oversuplai. “Mungkin akan menurun. Tapi tidak terlalu tajam. Saya rasa rata-rata dalam dua bulan ke depan masih di atas USD 100 per barel,” jelasnya. (bil/oki/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.