Inilah Desain Ruang Bawah Tanah Monas

JAKARTA,SNOL Pemprov DKI Jakarta akan mewujudkan pembangunan ruang bawah tanah di Monas. Salah satunya adalah ruang parkir tiga lantai dan ruang teater berkapasitas 900 orang di Monas.
Anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yakni PT Jakarta Konsultindo memiliki tugas untuk menyesuaikan desain pembangunan ruang bawah tanah Monas dengan kebutuhan Jakarta masa kini.
Seluruh pedoman pembangunan fisik Monas ini menurut Anggota Tim Perencana PT Jakarta Konsultindo, Arya Abieta akan mengacu pada keputusan gubernur tahun 1997. Di sana tergambar jelas pembangunan fisik Monas akan terintegrasi dengan staisun MRT, lorong penghubung stasiun MRT dengan Stasiun Kereta Api Gambir, menghubungkan stasiun MRT dengan Balaikota DKI serta faslitas parkir di masing-masing area.
“Ini semua rencananya pada tahun 1997. Hari ini, kita menyempurnakannya jadi lebih simple. Dengan pedoman yang ada, semua bangunan akan dibangun berada dibawah konstruksi yang sudah ada. Jadi tidak akan mengurangi ruang terbuka hijau (RTH),” ujar Abieta di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).
Untuk lorong bawah tanahnya sendiri menurut Abieta akan didesain se-efisien mungkin. Bahkan penerangan di lorong ini akan menggunakan energi matahari. Selain itu, Abieta paparkan bila lorong ini pun akan memiliki jalur pedestrian yang dilengkapi dengan travelator untuk mempermudah dan mempercepat orang berjalan dari seluruh arah. Tidak hanya itu, di sisi selatan bawah tanah Monas akan dibangun plaza dengan fasilitas parkir tiga lantai yang terintegrasi dengan Balaikota DKI. Dan mampu menampung 1.000 motor di basement satu, dan 768 mobil di basement dua dan tiganya.
“Di tengahnya akan ada sarana komersial terbatas. Sarana ini akan menampung pedagang kaki lima (PKL) yang sekarang berjualan di lapangan IRTI Monas. Sarana ini juga akan terintegrasi dengan panggung terbuka atau teater yang berada di atasnya,” jelas Arya.(eli/rus/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.