Selingkuh, Hakim Cantik Dipecat

JAKARTA, SNOL Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang terdiri dari anggota Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY), kemarin (6/11) kembali menyidangkan ha­kim asal Pengadilan Negeri (PN) Jombang atas nama Vica Natalia terkait kasus dugaan perselingkuhan. Atas pelanggaran terhadap kode etik dan perilaku hakim tersebut, memak­sa MKH untuk menjatuhkan vonis pemberhen­tian tetap dengan hak pensiun terhadap Vica.
Putusan vonis di dalam sidang MKH untuk mendengar pembelaan Vica tersebut lebih ringan dari rekomendasi MA sebelumnya, yaitu untuk mem­berhentikan tidak dengan hor­mat terhadap hakim golongan IIIC tersebut. “Memutuskan menolak pembelaan terhadap hakim terlapor dan terbukti melanggar peraturan bersama ketua KY dan ketua MA ten­tang kode etik dan perilaku ha­kim dan menjatuhkan sanksi disiplin berat berupa pember­hentian dengan hak pensiun,” ucap Ketua MKH Suwardi di dalam sidang yang digelar di MA kemarin.
Sebelumnya, Vica dilapor­kan oleh suaminya sendiri ke PN Jombang atas perbuatan asusila berupa perselingkuhan. Di dalam laporan yang diterima oleh MKH, Vica dilaporkan te­lah melakukan perselingkuhan dengan sejumlah pria.
“Menimbang bahwa hakim terlapor telah melakukan pe­langgaran berat terhadap kode etik, yaitu dengan menerima tamu pria di rumahnya di ru­angan tertutup hingga pukul 24.00 WIB, padahal hakim ter­lapor tinggal sendiri di rumah­nya,” ujar anggota MKH dari MA Yulius di hadapan Vica yang mengenakan setelan jas warna biru.
Selain itu, Vica yang juga mantan pramugari di salah satu maskapai penerban­gan tersebut, terbukti pernah melakukan perjalanan ke Bali tanpa pernah melapor ke tem­pat kerjanya. Sementara itu, lanjut Yulius, selama di Pu­lau Dewata itu, Vica terbukti bertemu dengan pria yang bu­kan suaminya dan melakukan foto-foto yang tidak sepan­tasnya dilakukan oleh pihak-pihak yang telah berkeluarga. “Menimbang bahwa pembe­laan dari hakim terlapor tidak dapat mematahkan kesimpu­lan dari MKH,” ucap Yulius.
Sementara itu, Komisioner KY yang juga anggota MKH Tufiqqurahman Syahuri men­gatakan bahwa selama per­sidangan yang berlangsung tertutup tersebut, Vica mem­bantah sebagian tuduhan yang ditujukan kepadanya. “Hakim VN dalam pembelaannya tadi bersama tantenya. Beberapa bukti yang diajukan majelis disangkal. Seperti beberapa foto yang ditunjukkan, dia bilang itu bersama teman-te­mannya,” kata Taufik.
Taufiq mengungkapakan bahwa setiap hakim yang dis­idang di hadapan MKH di­pastikan akan diberhentikan karena menyangkut peng­garan terhadap kode etik ha­kim. Namun demikian, Taufiq menjelaskan bahwa setiap hakim terlapor memiliki hak untuk menyampaikan pembe­laannya di hadapan MKH.
“Kalau sudah masuk dalam MKH sudah pasti dipecat. Tapi kita perlu mendengar­kan pembelaan terlapor entah dari sisi kemanusiaan atau yang lainnya, karena dia juga memiliki anak dan sebagain­ya,” ujarnya.
Ditemui wartawan usai me­nyampaikan pembelaannya di ruang sidang lantai 2 MA, Vica Natalia memilih bungkam ka­ta-kata. Dia juga enggan men­jawab pertanyaan wartawan tentang isi pembelaannya ter­hadap tuduhan perselingkuhan terhadap dirinya.
Pembacaan putusan sidang MKH yang ditandatangani oleh 7 anggota MKH yang be­rasal dari MA dan KY tersebut selesai dibacakan sekitar pu­kul 15.30 WIB. MKH melan­jutkan sidang terhadap hakim asal PN Banjai atas nama Raja M. G. Lumban Tobing.
“Lumban Tobing disidang karena dia terbukti sebagai pengguna narkoba jenis sabu. Dia direkomendasikan pem­berhentian tetap tidak dengan hormat,” ungkap Taufiq.
Namun di dalam putusan yang selesai dibacakan MKH kemarin sore, Lumban Tob­ing divonis lebih ringan yaitu pemberhentian tetap dengan hak pensiun. Menurut MKH yang diketuai oleh Eman Supar­man dari KY, vonis lebih ringan tersebut diberikan karena mem­perhatikan bahwa hakim ter­lapor tersebut masih memiliki keluarga yang harus dinafkahi.
Rencananya MKH akan melanjutkan persidangannya pada hari ini terhadap se­orang hakim dari PN Bekasi, Sintong Monogari Siahaan. Sintong disidangkan kar­ena terlibat dalam perbuatan asusila yaitu pencabulan. Re­komendasi terhadapnya yaitu pemberhentian tetap dengan hak pensiun. (dod/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.