MK Panggil Hanura

Pastikan Dukungan ke HMZ atau AMK
JAKARTA, SNOL Perjalanan sengketa pemi­lihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Tangerang sepertinya masih panjang. Mahka­mah Konstitusi (MK) memutuskan memanggil DPP Partai Hanura pada Senin (11/11) men­datang terkait dukungan ganda yang diberikan kepada dua pasangan calon, yakni Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen dan Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto.
Pemanggilan partai besutan Wiranto itu setelah MK mendengarkan penjelasan dari KPU Provinsi Banten terkait verifikasi dukungan Partai Hanura pada sidang yang digelar di ge­dung MK, Kamis (7/11). Se­lain soal verifikasi dukungan Hanura, KPU Banten juga memaparkan soal hasil tes kesehatan terhadap pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto.
“Mengenai kemana dukun­gan partai Hanura pada Pemi­lukada Kota Tangerang, maka pada sidang Senin 11 Novem­ber 2013 partai Hanura akan dipanggil untuk didengarkan keterangannya,” kata Ketua MK, Hamdan Zoelva di ge­dung MK, kemarin.
Dalam penjelasannya, KPU Banten melalui salah seorang kuasa hukumnya, Agus Set­iawan menyatakan pasangan calon nomor urut 1 Harry Mu­lya Zein-Iskandar Zulkarnaen tidak cukup dukungan atau pengusungan partai politik dalam pencalonan walikota dan wakil walikota Tangerang periode 2013-2018.
Tapi kemudian pada masa perbaikan permohonan veri­fikasi, pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar menyerahkan penambahan syarat dukun­gan dari Partai Hanura yang mempunyai dua kursi anggota DPRD Kota Tangerang. Sebe­lumnya Partai Hanura menjadi pengusung pasangan calon no­mor urut 4 Ahmad Marju Ko­dri dan Gatot Suprijanto.
“Namun KPU Provinsi Banten terikat oleh ketentuan Peraturan KPU No. 9 Tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah,” jelas Agus Setiawan sebagaimana dilan­sir dari situs resmi MK.
Pasal 9 ayat (3) Peraturan KPU No. 9/2012 menye­butkan, “Partai politik atau gabungan partai politik yang sudah mengajukan bakal pasangan calon dan sudah menandatangani kesepakatan pengajuan bakal pasangan calon, tidak dibenarkan me­narik dukungan kepada bakal pasangan calon yang bersang­kutan …”
Terlebih, lanjut Agus, du­kungan parpol terhadap pasangan Ahmad Marju Ko­dri-Gatot Suprijanto jauh leb­ih besar dibandingkan dukun­gan parpol terhadap pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar. “Pasangan Ahmad Marju Ko­dri-Gatot Suprijanto memiliki jumlah dukungan 19 partai politik dengan jumlah suara sah sebesar 106.399 suara melebihi minimal persyaratan suara sah sebagai persyara­tan pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota Tangerang,” ucap Agus.
Selain itu, kata Agus, KPU Provinsi Banten melaporkan mengenai pemeriksaan kes­ehatan terhadap pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto pada 9 Oktober 2013 oleh tim dokter dari Ika­tan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang. “Hasil pemerik­saan kesehatan yang dikelu­arkan pada 14 Oktober 2013, pasangan tersebut dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai wa­likota dan wakil walikota Tangerang,” imbuh Agus.
Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten Pramono U. Tan­towi menyampaikan, Ba­waslu Provinsi Banten telah melakukan rapat koordinasi dengan KPU Provinsi Bant­en, serta membahas mengenai adanya verifikasi ulang terh­adap pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar maupun terh­adap pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto.
“Selain itu kami telah mendapat laporan mengenai pemeriksaan kesehatan terh­adap pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto,” ucap Pramono.
Sementara itu, belum dike­tahui pasti kapan Mahkamah Konstitusi (MK) akan mem­vonis sengketa Pilkada Kota Tangerang ini. Padahal masa periode walikota dan wakil walikota periode 2008-2013 akan berakhir pada Sabtu 16 November mendatang. Jika dalam rentang waktu tersebut MK belum juga memutuskan sengkata ini, besar kemungki­nan Kota Tangerang akan dip­impin oleh penjabat sementara (Pjs) yang ditunjuk Provinsi Banten. (made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.