Mantan Atlet Voli Selundupkan Narkoba

BANDARA, SNOL Entah apa yang melatarbelakangi mantan atlet voli ini berpikir sempit. Dia nekad memilih jalan pintas menyelundupkan narkoba ketika karirnya tamat di bidang olahraga. Akibatnya, kini dia harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Mantan atlet ini berinisial berinisial EN (38) atlet putra Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).
EN ditangkap dalam operasi yang digelar selama periode  ejak 24 Oktober-2 November 2013 oleh petugas. Hal itu diketahui setelah  petugas Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta melakukan penyelidikan lanjutan. Wakasat Narkoba Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Subekti mengatakan, EN belakangan diketahui merupakan mantan atlet bola voli nasional. Dirinya mendapat kiriman paket Sabu sebanyak 124 gram dari Mumbai, India ke alamat rumah di Cirebon, Jawa Barat.
“Ya tersangka pernah menjadi atlet voli nasional  dari tim JVC. Dia ditangkap setelah menerima paket kiriman berasal dari Mumbai, India.  Pelaku menyembunyikannya di dalam buku bahasa Inggris,” katanya, Senin (11/11).
Menurut Subekti, berdasarkan penyelidikan pihaknya, diketahui  paket tersebut merupakan kiriman yang kedua kepada EN. Untuk kiriman pertama berhasil lolos dan telah EN terima. “Dia dikirimi paket oleh seseorang yang dia kenal dari situs jejaring sosial. Kita masih kembangkan pelakunya,” katanya.
Atas keterlibatan EN dalam penyelundupan narkotika tersebut, Subekti masih mendalaminya. “Masih kita selidiki, apakah tersangka hanya menerima untuk dipakai sendiri, atau menjadi kurir juga,” tukas Subekti.  Subekti menambahkan, modus penyelundupan Sabu di dalam buku merupakan yang pertama kalinya. Dia mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap paket kiriman tersebut.
“Barang bukti itu disembunyikan di dalam buku yang sudah dilubangi. Bentuknya seperti bom buku. Kalau ada paket kiriman seperti itu, tapi merasa tidak memesannya, jangan diambil,” ujarnya.
Selain menangkap EN, kasus narkotika lainnya petugas Bea Cukai berhasil menangkap seorang warga negara Jerman berinisial SW, (58). SW merupakan  penumpang Garuda Indonesia dari Pudong, Cina. Pelaku ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, karena membawa sabu yang diselundupkan dalam susu bubuk.  Pria itu ditangkap pada Senin 28 Oktober 2013 lalu setibanya sekitar pukul 16.00 WIB.
Dia mengungkapkan,  empat kasus narotika yang berhasil diungkap sejak 28 Oktober-2 November 2013 total barang buktinya mencapai  4.644 gram dengan nilai estimasi Rp 6,1 miliar. Sedangkan sisa kasus lainnya, seluruhnya bermodus operandi menyelundupkan Sabu di dalam dinding koper. Masing-masing  berinisial A,  N,  F, dan WN China inisial LL. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.