Tinggalkan AMK, Pindah ke HMZ

Klarifikasi Hanura di Sidang MK
JAKARTA, SNOL Setelah menjalin hubungan dengan pasangan Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto, Partai Hanura tiba-tiba beralih ke pasangan Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen untuk dijagokan pada pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Tangerang 2013. Hanura beralasan saat itu ada permasalahan kelengkapan sehingga partai besutan Wiranto itu meninggalkan AMK-Gatot.
“Semula Partai Hanura memang merekomendasikan pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot pada 6 Juni 2013. Hal ini merupakan rekomendasi dari DPP Partai Hanura. Namun karena adanya permasalahan kelengkapan dan persyaratan, maka kami mencabut dukungan tersebut,” papar Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Tangerang, Arief Fadhilah dalam sidang lanjutan Sengketa Hasil Pemilukada Kota Tangerang, Senin (11/11) di Ruang Sidang Pleno MK seperti dikutip situs mahkamahkonstitusi.go.id.
Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Ketua MK Hamdan Zoelva, Arief mengungkapkan Partai Hanura selanjutnya mengalihkan dukungan kepada Pemohon, yakni pasangan Harry Mulya Zein-Iskandar Zulkarnaen.
Hal ini dibenarkan oleh Perwakilan DPP Partai Hanura Agus Subaran yang mengungkapkan Pemohon-lah yang didukung oleh Partai Hanura. “Pengalihan dukungan tersebut atas rekomendasi dari DPP Partai Hanura melalui Surat Keputusan Nomor S.Kep/B/683/DPP-Hanura/VI/2013 tertanggal 18 Juni 2013 tentang pengesahan nama calon Walikota Tangerang Provinsi Banten Periode 2013-2018 kepada pasangan Harry Mulya Zein dan Iskandar,” ungkapnya.
Sementara pada sidang sebelumnya, KPU Provinsi Banten menyatakan bahwa pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto berhak maju dalam Pemilukada Kota Tangerang sesuai keputusan DKPP. Semula pasangan tersebut bermasalah karena belum melakukan pemeriksaan. Namun berdasarkan pemeriksaan kesehatan pada tanggal 9 Oktober tahun 2013 oleh Tim Dokter IDI Tangerang, pasangan Ahmad Marju Kodri- Gatot Suprijanto dinyatakan mampu secara rohani dan jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai walikota dan wakil walikota Tangerang. Hal inilah yang dipermasalahkan oleh Pemohon yang mengklaim telah mendapat dukungan dari Partai Hanura.
Pada sidang sebelumnya, Pemohon yang diwakili Gayuh Arya Hardika mengungkapkan pihaknya mendapatkan Surat Pernyataan Sikap Partai Hanura Nomor 198/III/DPC Hanura/A-C/10/2013 tertanggal 21 Oktober 2013 yang menyatakan pemohon sebagai Bakal Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Tangerang Tahun 2013-2018. Dalam surat tersebut juga ditegaskan tidak pernah ada verifikasi faktual yang secara langsung dilakukan oleh KPU Provinsi Banten kepada DPC Partai Hanura Kota Tangerang sejak tanggal 2 Oktober 2013.
“DPC Partai Hanura Kota Tangerang sampai dengan saat ini tetap mendukung secara resmi kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota Kota Tangerang Periode 2013-2014 yaitu Harry Mulya Zein dan Iskandar, tanpa terkecuali,’ urainya.
Sidang ini merupakan tindak lanjut dari hasil putusan sela MK tertanggal 1 Oktober 2013. Dalam putusan tersebut, MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umun Provinsi Banten untuk melakukan verifikasi ulang pengusulan partai politik terhadap pasangan calon nomor urut 1, Harry Mulya Zein-Iskandar serta pasangan calon nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto. Kemudian MK juga memerintahkan KPU Provinsi Banten untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan calon nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto. (mk.go.id/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.