Ada Dugaan Korupsi di PDAM TB

TANGERANG, SNOL Diam-diam Polres Metro Tangerang telah menggelar penyelidikan dugaan kasus korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang. Sejak Agustus 2012, orang-orang penting di kota bermotto Akhlakul Karimah ini diperiksa sebagai saksi.
Pekan lalu, Jumat (8/11), penyidik kepolisian menggeledah kantor PDAM TB serta membawa berkas-berkas yang dibutuhkan untuk menguraikan kasus sponsorship kepada Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Tangerang senilai Rp 500 juta.
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Riad mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa saksi-saksi. Meski demikan, dia menegaskan belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
“Hingga pukul 17.20 WIB, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Semua kasus masih dalam tahapan penyelidikan,” tegas Kombes Pol Riad, Selasa (12/11). Dia juga enggan membeberkan secara gamblang soal pengembangan kasus tersebut.
“Ya, pokoknya kami masih mendalami keterangan dari saksi-saksi. Terkait tahapan selanjutnya yaa kita lihat nanti. Tapi sekali lagi saya memastikan jika dalam kasus ini belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Sutarmo mengatakan, penyelidikan dilakukan sejak bulan Agustus 2013. Selama tiga bulan terakhir, polisi sudah memeriksa nama-nama penting di Kota Tangerang. Di antaranya Direktur Utama PDAM Tirta Benteng yang juga Ketua Umum PSSI Kota Tangerang, Ahmad Mardju Kodri, Sekretaris PSSI Kota Tangerang Sahril, Bendahara PSSI, Bambang Suwondo dan seorang anggota DPRD asal fraksi Hanura.
“Kami juga sudah memeriksa Wahidin Halim, mantan Walikota Tangerang sebagai saksi sebanyak dua kali. Terakhir Oktober lalu kami mintai keterangan,” ujar AKBP Sutarmo.
Dikatakan Sutarmo, Wahidin diperiksa sebagai pengguna anggaran, dimana seluruh anggaran yang bersumber dari APBD Kota Tangerang berada di bawah kewenangannya. “Semua saksi sudah kami periksa. Tinggal keterangan dari saksi ahli saja. Setelah ini baru akan kami tetapkan tersangkanya,” imbuh Sutarmo.
Selain memeriksa saksi, Sutarmo juga sudah melakukan penggeledahan atas kantor PDAM Tirta Benteng Jumat (8/11). “Kantor PDAM sudah kami geledah selama dua jam. Dan ada beberapa berkas yang kami amankan untuk proses penyelidikan,” ujarnya yang enggan menyebutkan banyaknya berkas yang berhasil disita.
Pihaknya juga menyebut, jika hanya kantor PDAM saja yang digeledah. Karena dari sana lah proses pembuktiannya. “Hanya kantor PDAM. Karena ranah pembuktiannya memang ada di sana,” terangnya.
Namun, Suharyanto masih belum mau menyebut terkait pasal yang akan dikenakan kepada tersangka. “Ini kan masih dalam penyelidikan. Terkait modus, pasal yang disangkakan dan yang lain-lain pasti nanti akan kami rilis. Kasus ini sudah mulai kita selidiki sejak Agustus 2012 dan terus bergulir hingga saat ini. Saya mohon doanya semoga kasus korupsi ini bisa selesai dengan baik dan tuntas,” harapnya. (kiki/gatot/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.