Sasar Keterlibatan Istri Anas

Kasus Korupsi Proyek Hambalang
JAKARTA,SNOL Pasca penetepan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso sebagai tersangka baru kasus Hambalang, KPK mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait kemungkinan terlibat orang lain. Selasa (12/11), dilakukan dengan melakukan penggeledahan di sejumlah tempat termasuk rumah Anas Urbaningrum.
Penggeledahan dilakukan di rumah Anas karena diketahui istrinya, Athiyyah Laila merupakan komisaris PT Dutasari Citralaras. Dalam dakwaan tersangka Hambalang yang lain, Dedy Kusdinar, PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu subkontraktor PT Adhi Karya, selaku pemenang proyek Hambalang.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan ada empat lokasi yang digeladah. Empat lokasi itu berkaitan dengan PT Dutasari Citralaras. Selain tempat tinggal Anas di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, penggeledahan juga dilakukan di rumah Jalan Kemang Pratama, BekasiĀ  A/12 A. “Rumah itu kediaman Roni Wijaya (Direktur Keuangan PT Dutasari Citralaras,” ujar Johan.
Atas penggeledahan di kediaman kliennya, pengacara Anas, Firman Wijaya menyatakan kekecewaannya. Dia menyayangkan penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK tanpa pemberitahuan terlebih dulu. “KPK harusnya transparan dan fair, kami akan kooperatif melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan, tetapi saya menyesalkan KPK sampai melakukan langkah-langkah ini,” ujar Firman.
Dia mengungkapkan, kalau pihaknya baru mengetahui adanya penggeledahan dari salah satu pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang kebetulan sedang berada di kediaman Anas. “Karena itu, kami juga belum bisa pastikan apa yang sebenarnya terjadi,” tuturnya.
Selain sejumlah dokumen, KPK juga menyita beberapa gepok uang pecahan 100 ribu. Petugas KPK menghitung uang tersebut dengan alat hitung otomatis disaksikan istri Anas, Athiyah Laila, dan Firman.
Firman mengaku, uang itu bukan milik Anas. Melainkan kas ormas bentukan Anas, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Kebetulan secretariat ormas itu juga berada di rumah mantan ketua umum PB HMI tersebut. “Itu uang PPI, bukan punya Anas,” tegas Firman. (gun/dyn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.