Tiga Tersangka Kasus Alkes Tangsel

JAKARTA, SNOL Dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki babak baru. Setelah hampir sebulan penyelidikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus yang terjadi pada tahun anggaran 2010-2012 itu. Tiga orang yang dijadikan tersangka, satu diantaranya Tubagus Chaery Wardhana atau Wawan.
Peningkatan status dan penetapan tersangka itu diumumkan Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa persnya, kemarin sore (12/11). Johan mengatakan setelah melakukan gelar perkara, diputuskan perkara itu statusnya ditingkatkan menjadi penyidikan. “Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Johan.
Selain Wawan, dua tersangka lainnya dari pihak swasta dan seorang pejabat pembuat komitmen (PPK). Tersangka dari pihak swasta itu ialah Dadang Prijatna yang diketahui orang dekat Wawan dan menjabat sebagai direktur PT Mikkindo Adiguna Pratama. Sementara seorang PPK diketahui bernama Mamag.
Dalam pengadaan proyek senilai Rp 23 miliar itu Wawan Cs disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU 31 / 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 / 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Serta pasal lain yakni pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Namun belum dipastikan kapan kedua tersangka itu akan ditahan.
Wawan sendiri kini telah ditahan karena dia termasuk tersangka suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi. Dia tertangkap tangan bersama Akil Mochtar, mantan Ketua MK. Informasi yang dihimpun koran ini, KPK menyasar proyek ini setelah mendalami pemeriksaan terhadap Wawan dalam perkara suap sengketa pilkada Lebak.
Adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu diduga memiliki sejumlah perusahaan untuk menyasar proyek-proyek di Banten. Dari pemeriksaan terhadap Wawan itu akhirnya dilakukan penggeledahan di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta dan Serang, Banteng.
Sejak saat itulah lembaga pimpinan Abraham Samad ini menemukan indikasi korupsi dalam proyek-proyek di wilayah Banten yang dimainkan perusahaan Wawan.
Selain Alkes di Tangsel, KPK juga tengah menangani kasus pengadaan Alkes di Provinsi Banten. Diduga dari uang-uang itulah Wawan mengamankan sengketa pilkada yang terjadi di Provinsi Banten, termasuk pemilihan bupati Lebak.
Pada bagian lain, sekitar pukul 12 kemarin sejumlah mantan calon kepala daerah yang pernah bersengketa pilkada di MK mendatangi KPK. Mereka mengatasnamakan Forum Korban Putusan Mahkamah Konstitusi Berdaulat. Mereka ingin bertemu dengan Akil agar pria asal Kalimantan itu membuka semua mafia di MK. Sejumlah orang itu akhirnya diterima bagian pengaduan masyarakat (Dumas) KPK.
Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan sejak kasus penangkapan Akil sejumlah orang memang minta diantar untuk melaporkan adanya praktek mafia. Kebanyakan mereka pernah ditawari untuk menang sengketa pilkada dengan syarat menyetor sejumlah uang yang nilainya mencapai miliaran.
Refly sendiri pada koran ini sempat menunjukan sejumlah sms yang dari beberapa orang yang isinya dugaan permainan dalam sengketa pilkada di sejumlah daerah. (gun/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.