Proyek Jembatan Selat Sunda, Dahlan Iskan Tunggu Instruksi

JAKARTA,SNOL Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah terkait nasib kelanjutan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).
Dahlan mengaku bahwa keputusan itu bukan berada pada kewenangannya. “Saya ini kan konsorsium BUMN tinggal tunggu perintah dari pemerintah saja maunya bagaimana,” ucap Dahlan usai menghadiri acara ‘MobilMotor Indonesian Car Of The Year 2013’ di Hotel Kempenski, Jakarta, Rabu (13/10) malam.
Mantan Dirut PLN ini juga menegaskan bahwa BUMN tidak pernah menawarkan diri ataupun meminta agar diikutsertakan dalam pengerjaan proyek pembangunan JSS. Karenanya Dahlan menilai tidak akan ada konflik hanya karena persoalan perebutan proyek.
“Jadi kami ini (BUMN-red) bukan mengajukan diri, bukan menawarkan diri, bukan juga merebut. Jadi enggak akan ada konflik, karena posisi konsorsium BUMN tidak dalam posisi mencari proyek,” tegasnya.
“Jadi konsorsium BUMN itu menunggu ada penugasan atau tidak. Kalau ada penugasan dilaksanakan, kalau tidak ada penugasan juga tidak akan minta penugasan,” imbuh pria asal Magetan itu.
Seperti diketahui hingga saat ini nasib proyek pembangunan JSS masih menggantung dan bisa dipastikan rencana pemancangan pertama proyek itu mundur dari jadwal semula.
“Belum ada (perkembangan, red). Namun, saya tidak setuju kalau proyek ini digantung dan saya bukan termasuk yang menggantung ini,” kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).
Ia menegaskan, proyek JSS yang diproyeksikan bisa menjadi salah satu jembatan terpanjang di dunia itu, sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk Pulau Sumatera. “Intinya saya dan Pak Hatta (Menko Perekonomian) sudah sepakat kalau proyek ini harus dibangun. Kalau saya, menunggu diundang saja untuk membicarakan ini,” katanya.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa sebelumnya mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih membahas masalah JSS yang diperkirakan menghabiskan investasi hingga Rp 100 triliun. ”
Sekarang, target groundbreaking (pemancangan pertama proyek) kan sudah meleset, tapi tetap kita akan selesaikan feasibility study (studi kelayakannya) pada 2014 oleh PU (Kementerian Pekerjaan Umum),” sebutnya.
Hatta juga menyebut, opsi pembangunan pemerintah belum berubah, yakni memakai opsi kedua yang melibatkan BUMN dalam konsorsium bersama dengan pihak swasta. (chi/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.