Dirut PDAM Tirta Benteng Diperiksa 7 Jam

TANGERANG, SNOL Setelah melakukan penyelidikan selama 16 bulan, Polres Metro Tangerang akhirnya mengeluarkan sikap tegas terkait kasus dugaan korupsi yang membelit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang. Direktur Utama PDAM TB Ahmad Mardju Kodri resmi dinyatakan sebagai tersangka dugaan korupsi dana bantuan kepada PSSI Kota Tangerang di tahun 2012. Kemarin (14/11), untuk pertama kalinya Kodri diperiksa sebagai tersangka selama lebih dari tujuh jam.
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Riad mengatakan, kasus korupsi aliran dana PDAM TB yang melibatkan sang Dirut dengan inisial AMK itu telah ditingkatkan menjadi penyidikan. Penyidik juga meningkatkan status AMK yang semula sebagai saksi menjadi tersangka.
“Status pemeriksaan sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Saksi juga sudah dihadirkan. Dan atas inisial AMK kini sedang diperiksa sebagai tersangka,” ujarnya, Kamis (14/11).
Pemeriksaan perdana AMK sebagai tersangka dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Hingga pukul 19.30 WIB, pemeriksaan masih berlangsung. “Sedang dimintai keterangan oleh tim penyidik. Hasilnya nanti kita sampaikan. Tapi yang pasti AMK sudah diperiksa sejak pukul 11.00,” imbuh Riad.
Sayangnya, Riad enggan menyebut data detail terkait keterangan kasus yang membelit salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang tersebut. “Semua masih dalam tahap penyidikan. Nanti kalau sudah selesai semua, baru akan kami beri tahu. Jadi biarkan tim penyidik bekerja,” jelas Kapolres.
Hingga kemarin, Riad menegaskan belum ada tersangka lain kecuali AMK. Namun tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain. Menurut Riad, penambahan tersangka lain tergantung pada hasil penyidikan yang sedang dilakukan.
Disinggung soal lamanya pengungkapan kasus PDAM TB yang mencapai 14 bulan, Kombespol Riad mengatakan itu terjadi karena  proses analisa dan pengumpulan bukti-bukti membutuhkan waktu. Dia menampik lamanya proses penyelidikan AMK dipengaruhi status tersangka yang kala itu sedang menjadi salah satu calon Walikota Tangerang dalam Pemilukada Kota Tangerang.
“No…no…gak ada hubungannya sama Pilkada kota. Kalau dinilai lama, ya murni karena proses analisa dan pembuktian kasus yang cukup memakan waktu,” tuturnya.
Secara terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang Andi Konggoasa mengatakan, pihaknya belum menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polres Metro Tangerang. Namun, jika sudah terjadi peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan, berarti orang yang disidik telah menjadi tersangka. “Kita tunggu saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Reskrim Polres Metro Tangerang menyatakan tengah menyelidiki dugaan korupsi PDAM Tirta Benteng. Polisi telah memanggil sejumlah saksi mulai dari pengurus Pengcab PSSI Kota Tangerang, mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim, anggota DPRD Kota Tangerang hingga pejabat PDAM Tirta Benteng.  Penyelidikan kasus dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng (PDAM TB) itu dilakukan sejak tahun 2012. Jumlah bantuan dana diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Akan tetapi, polisi masih melakukan penyidikan berapa nilai kerugian negara akibat perbuatan tersangka. (kiki/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.