Senegal v Pantai Gading: The Elephants Belum Nyaman

CASABLANCA,SNOL Kemenangan 3-1 atas Senegal dalam leg pertama kualifikasi ketiga zona Afrika di Abidjan (20/10)  memberi peluang bagi Pantai Gading lolos ke Piala Dunia 2014.
Apalagi leg kedua dini hari nanti tidak dihelat di kandang Senegal. Seiring dicekal menggelar home di negerinya sendiri selama setahun, Senegal harus menjamu Pantai Gading di Stade Mohamed V di Casablanca, Maroko. Sanksi itu dijatuhkan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) karena kerusuhan fans Senegal saat menjamu The Elephants-julukan Pantai Gading dalam kualifikasi Piala Afrika 2013 tahun lalu.
Pekerjaan Lions of Teranga – julukan Senegal – mengejar bahkan membalikan defisit dua gol makin berat karena Pantai Gading hanya sekali kalah sepanjang tahun ini. Yakni, ketika disingkirkan Nigeria 1-2 dalam perempat final Piala Afrika di Afsel (3/2).
Meski begitu, pelatih Senegal Alain Giresse menyebut pertandingan dini hari nanti masih seru dan ketat. “Kami belum menyerah dan saya percaya Pantai Gading juga masih merasa tidak nyaman meski surplus dua gol,” ungkap Giresse yang bisa menurunkan skuad full team itu seperti dilansir Senego.
“Bermain di manapun bukan suatu masalah serius karena tugas pemain di lapangan selalu sama,” imbuh salah satu dari Carre Magique (kuartet gelandang legendaris Prancis kala memenangi Euro 1984) tersebut.
Meski bermain di tempat netral, Senegal memang tak perlu khawatir kekurangan dukungan fans. Pemerintah Senegal telah mengeluarkan anggaran CFA 6 juta atau hampir Rp 142 juta untuk memberangkatkan 5 ribu sampai 7 ribu fans untuk mendukung langsung Mohamed Diame dkk. Itu belum termasuk memobilisasi warga Senegal yang tinggal di Maroko.
Bagaimana dengan Pantai Gading – Pelatih Sabri Lamouchi memprediksi leg kedua akan menjadi pertandingan terbuka mengingat Senegal bakal habis-habisan memburu gol. Itu yang membuat Lamouchi menekan anak asuhnya untuk tidak terpancing dengan gaya lawan.
“Kami memang tidak akan bermain aman karena itu bisa menjadi bumerang,” tutur pelatih debutan 42 tahun tersebut kepada Sport-Ivoire.ci.
Apalagi Lamouchi lumayan dipusingkan dengan absennya dua pemain andalannya di holding midfielder. Seiring kartu kuning yang diterima di leg pertama, Cheikh Tiote (Newcastle United) dan Serey Die (FC Basel) bakal absen sekaligus.
Opsi penggantinya, Lamouchi bisa menurunkan pemain berpengalaman seperti Romaric dan Jean-Jacques Gosso (sama-sama mengoleksi 30 caps) atau gambling dengan young guns seperti Max Gradel (23 tahun) dan eks Manchester City, Abdul Razak (21 tahun).
Bek kiri juga tak kalah bermasalah setelah pilihan reguler Artur Boka maupun pelapisnya, Siaka Tiene, sama-sama mengalami cedera. Boka mengalami gangguan pada pangkal paha, sedangkan Tiene terkena hamstring. (dns/bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.