Reggae Rusuh

Di Panimbang, Seorang Remaja Tewas Luka Berat
PANDEGLANG,SNOL Alunan musik reggae yang membius mendadak berganti hiruk pikuk perkelahian massal antar penonton dalam konser memeriahkan Pesta Laut di Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang, Minggu (17/11) malam. Perkelahian membuat Fikri Komaeni alias Jack (15), remaja desa Citereup Kecamatan Panimbang, terluka berat hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Pandeglang.
Jack dilarikan ke Klinik Alinda Kecamatan Panimbang untuk mendapatkan perawatan pasca keributan massal. Namun, karena peralatan serta tenaga medis yang terbatas, pihak Klinik menyarankan agar korban luka dirujuk ke RSUD Pandeglang. Sayangnya, takdir berkehendak lain. Korban Fikri tewas dalam perjalanan.
Kematian Jack memicu murka warga Desa Citereup. Ratusan warga dari Desa Citeureup Kecamatan Panimbang, berbondong – bondong mendatangi kantor Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi, Minggu (17/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Nyaris terjadi bentrokan fisik atau saling serang antara kedua belah pihak. Namun bentrokan berhasil diantisipasi cepat aparat kepolisian Polsek Panimbang dan Polres Pandeglang.
Meski bentrokan terhindarkan tapi suasana tegang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin (18/11) dini hari. Polres Pandeglang menambah personil pengamanannya dibantu anggota Shabara dan Bimas Polda Banten, termasuk menurunkan anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Banten.
Camat Panimbang Agus Amin Mursalin mengatakan, beruntung tidak sempat terjadi tawuran antar desa karena langsung bisa diantisipasi serta dimediasi (fasilitasi) oleh aparat kepolisian. Warga Citeureup hanya ingin kasus tersebut diproses dan ditangani secara hukum.
“Kami dari Kecamatan dan aparat Desa, hanya sebagai saksi saja. Proses mediasi ditangani langsung pihak kepolisian, dan sekarang kasus itu ditangani Polres Pandeglang,” kata Agus Amin, Senin (18/11).
Kapolres Pandeglang AKBP Anwar Sunarjo mengatakan sudah ada tiga orang yang sudah diperiksa secara intensif terkait kasus tersebut. Dia menjelaskan, pihaknya juga sudah menurunkan personil untuk menjaga keamanan di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto menambahkan, dari tiga orang yang diamankan diantaranya Riyanto (18), Oki (22) dan Ilham (24), dua orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Riyanto dan Oki menjadi tersangka sedangkan Ilham hanya diperiksa sebagai saksi dalam insiden tersebut.
Pantauan di Mapolres, kedua tersangka masih diperiksa secara intensif karena kasus tersebut masih terus didalami dan dikembangkan. Selain itu, pihaknya melakukan monitoring langsung melalui hubungan telepon seluler dengan Kapolsek setempat. Kata Kasat, pelaku diduga melakukan pemukulan serta penyerangan terhadap korban menggunakan benda tumpul, tangan, balok dan bongkahan bangunan seperti batu bata, dan sisa reruntuhan bangunan yang ada di TKP.
“Tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan jo UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, karena korban masih dibawah umur. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata AKP Gatot, Senin (18/11) malam.
Dua tersangka diamankan di rumahnya masing-masing. Riyanto dibekuk sekitar pukul 22.00 WIB dan Oki diamankan sekitar pukul 09.30 WIB. Keduanya langsung dibawa ke Mapolres Pandeglang untuk penyidikan lebih lanjut. Informasi yang didapat, rencananya Ilham akan dikembalikan ke keluarganya, karena belum cukup bukti untuk menjeratnya sebagai tersangka. (mardiana/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.