Duh, Bayi Dibuang Lagi

TANGERANG, SNOL Tidak sampai seminggu, kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Tangerang. Setelah sebelumnya bayi berjenis kelamin perempuan digeletakkan begitu saja dalam kantong plastik di gapura timur pintu masuk Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, kali ini bayi berjenis kelamin perempuan dibuang di Larangan.
Sama seperti di Tangerang, bayi tidak berdosa yang ditemukan di Kreo Selatan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,3 Kg, panjang 44 cm. Bayi itu ditemukan Senin (18/11) sore. “Bayi itu ditemukan di depan kontrakan milik H. Muhamad Ayumi warga Jalan Pesantren Makmur RW 03 No.25,” kata Kepala Unit Reskrim Polsekta Ciledug, Iptu Situmorang kepada wartawan.
Mirip dengan kejadian di Tangerang, bayi itu dibungkus dalam plastik dan masih lengkap dengan ari-ari. Bayi ini kemudian dibawa ke RS Medika Karang Tengah untuk mendapatkan perawatan. Bayi ditemukan oleh penghuni kontrakan bernama Ria dan Puji pada pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan keterangan Ria, sesaat sebelum bayi ditemukan, ia mendengar suara tangisan bayi dari dalam rumah. Setelah membuka pintu, alangkah terkejutnya dia melihat ada bayi dalam kondisi berlumuran darah lengkap dengan ari-arinya. “Langsung dibawa ke bidan di Jalan Inpres,”kata Situmorang.
Bayi di Puspem Makin Membaik
Sementara bayi yang dibuang di Jalan Satria Sudirman beberapa waktu lalu kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, bayi berjenis kelamin perempuan yang berusia kurang lebih satu minggu ini kondisinya baik. Hanya saja dia masih harus diletakkan di NICU, agar badannya tetap hangat. Karena saat pertama kali ditemukan di depan Pemkot kondisinya di dalam plastik. Memang cukup memprihatinkan. Tapi beruntung kondisinya saat ini sudah semakin membaik,” ujar Nizar, Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (19/11).
Dikatakan Nizar, bayi dengan berat 3,1 Kg dan panjang 46 cm berwarna kulit sawo matang secara umum keadaannya baik. Tidak ditemukan cacat fisik dalam dirinya. Meski demikian, pihaknya masih perlu melakukan serangkaian pemeriksaan lab darah dan konsultasi dengan dokter Spesialis Anak untuk mengetahui kondisi terakhir sang bayi. “Seiring dengan itu, kami berikan asupan gizinya dengan disuapi air susu dan sehari-harinya diberikan penghangat dengan lampu biru,” terangnya.
Nizar juga tak menampik, jika sejak ditemukan sudah banyak orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Namun, secara aturan, bayi telantar merupakan tanggungjawab negara. “Banyak yang mau adopsi. Tapi enggak bisa sembarangan. Anak-anak telantar ini harus jadi tanggungjawab negara. Dalam hal ini Dinsos (Dinas Sosial). Perihal pengalihan pengasuhan, nanti silahkan melalui Dinsos saja. Nanti setelah dirawat di kita akan kami serahkan ke Dinsos,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Erlan Rusnarlan mengatakan, ada sekitar empat orang yang sudah mendaftarkan dirinya untuk menjadi orangtua asuh bagi bayi mungil tersebut. “Sudah ada empat orang yang ke sini. Rebutan mau jadi orangtua asuhnya. (kiki/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.