Lima Koruptor Masuk Lapas Serang

Kasus Korupsi Dana Bantuan Rumah Kumuh
SERANG,SNOL Pupus sudah harapan tiga mantan pejabat Kabupaten Serang serta dua mantan staf PU Kabupaten Serang lari dari jerat hukum. Upaya mereka melakukan peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi kasus korupsi program bantuan bangunan rumah kumuh untuk masyarakat miskin di Desa Margaluyu, Kecamatan Kasemen Kota Serang senilai Rp600 juta tahun 2005 kandas.
Pejabat yang menjadi terpidana kasus tersebut adalah Ir Ardiyanto selaku mantan Kasubdit Tata Ruang dan Bangunan Pemkab Serang, Eddy Supriyadi selaku mantan Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemkab Serang, mantan Kepala Desa Margaluyu Maman Suratman dan dua mantan staf di PU Kabupaten Serang, Rudi dan Roni. Mereka dijebloskan ke dalam penjara lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II A, Selasa (19/11).
Kelima terpidana tersebut diekskusi setelah ada keputusan dari Mahkamah Agung terkait peninjauan kembali terhadap perkara korupsi yang menjerat kelimanya. Dimana dalam putusan bernomor 104PK/pidsus/2012 tersebut para terpidana dihukum berbeda-beda. Dalam surat putusan tersebut kelimanya juga tidak hanya dipidana penjara, melainkan dibebankan denda masing-masing Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Kelimanya juga diwajibkan membayar uang pengganti, untuk Ardiyanto Rp116 juta, Eddy Rp12 juta, Maman Rp24 juta, Rudi dan Roni masing-masing Rp7,5 juta.
Kelimanya dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana pasal 3 UU RI no. 20 tahun 2001 sebagaimana perubahan atas UU RI no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1 ) ke-1 KUHP.
“Baik PK maupun kasasi, putusannya menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Serang. Putusan PK kami terima sekitar sebulan lalu. Hari ini kami panggil kelimanya ke Kejari Serang kemudian dilakukan eksekusi ke Lapas,” kata Kasi Pidsus Kejari Serang, Triono Rahyudi, SH, dikonfirmasi kemarin.
Triono menjelaskan, dalam proyek relokasi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cibanten dan rel kereta api di Desa Margaluyu (Dulu Kabupaten Serang-red), ADB menyediakan bantuan Rp600 juta untuk membebaskan lahan di lokasi penempatan baru seluas 20 hektar di Kampung Kendal. Dalam proyek ini diduga terjadi mark up anggaran pembebasan lahan. Masyarakat pemilik lahan hanya dibayar Rp 20.000 per meter persegi meski nilai anggaran pembebasan lahan yang disediakan ADB sekitar Rp30.000 per meter persegi.(bagas/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.