Sidang Korupsi Cuma Tujuh Menit

SERANG,SNOL Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penerimaan setoran pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Baru (BBNKB) R2 UPT Samsat Rangkasbitung di Pengadilan Tipikor Serang berjalan singkat, Rabu (20/11). Ketua Majelis Hakim Cipta Sinuraya menunda persidangan ketika pengadilan berjalan tujuh menit karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Banten belum siap membacakan tuntutan terhadap dua terdakwa korupsi senilai Rp 1,7 miliar.
Sebelumnya kedua terdakwa yakni Dery Felix Syafa’at dan Petugas Room Control (RC) UPT Samsat, Kiki Sukarsah yang mengenakan pakaian putih dan celana hitam duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa dan siap mendengarkan tuntutan dari jaksa penuntut. Namun, saat menegangkan itu urung terjadi saat jaksa mengungkapkan bahwa tuntutan belum siap dibacakan.
“Kami sebelumnya mohon maaf kepada hakim yang mulia. Kami JPU belum siap untuk membacakannya karena draft tuntutan belum selesai pak hakim, mohon waktu sampai minggu depan,” kata JPU Damha dari Kejati Banten, kemarin. Permohonan jaksa tersebut langsung dikabulkan hakim dan sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda yang sama.
Pengacara terdakwa Kiki Sukarsah, Eko Budiantoro ditemui usai sidang menyatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan penundaan tuntutan itu. Pihaknya berharap pekan depan jaksa sudah siap dengan tuntutannya. Kasi Penuntutan (Kasitut) Kejati Banten M Mahmud saat dikonfirmasi membenarkan sidang perkara dengan agenda tuntutan itu ditunda karena tuntutannya belum siap. “Iya, kita belum siap membacakan tuntutannya, kita sedang menyiapkannya agar minggu depan sudah bisa dibacakan,” kata Mahmud, kemarin.
Dalam sidang pekan lalu, kedua terdakwa membantah telah mengubah bukti penerimaan setoran pajak BBNKB R2 yang disetorkan wajib pajak dengan cara mengosongkan nilainya di dalam sistem komputer. Dalam sidang itu juga terungkap bahwa Dery memiliki tiga rekening bank, di dua rekening di antaranya terdapat beberapa transaksi dengan nilai puluhan hingga ratusan juta. (bagas/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.