PERDA Diubah, Dinas Pertanian Dikaji Serius

SETU,SNOL Rancangan Per­aturan Daerah (Raperda) Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) terus menjadi peker­jaan rumah, antara DPRD Kota Tangsel dengan Pemkot. Hing­ga saat ini, Raperda STOK tersebut terus digodok serius.
Kedua belah pihak berharap Raperda Perubahan Perda No.6 tahun 2010 tentang Or­ganisasi Perangkat Daerah, bisa rampung akhir tahun ini dan kemudian mulai diter­apkan pada tahun anggaran 2014.
“Total ada 36 SKPD di Pem­kot Tangsel. Kami targetkan Raperda ini rampung akhir ta­hun ini dan jika memungkinkan mulai bisa diterapkan pada awal tahun anggaran 2014,” ungkap Wakil Walikota Tang­sel, Benyamin Davnie, dite­mui usai rapat paripurna di ge­dung DPRD, Kecamatan Setu, Kamis (21/11).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bang Ben ini menjelas­kan, Raperda tersebut men­jelaskan tentang perubahan pada komposisi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan revisi SOTK ini maka dimungkinkan ada penghi­langan, peleburan atau pem­bentukan SKPD atau Badan atau Kantor baru di Kota Tangsel.
Meski begitu, Ben menga­kui Raperda SOTK itu ideal­nya diterapkan pada anggaran perubahan tahun 2014. Peru­bahan SOTK ini bakal ber­dampak pada posting angga­ran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Idealnya diterapkan pada anggaran perubahan 2014,” katanya. Soal rencana peng­hapusan Bidang Pertanian di Dinas Peternakan dan Ketaha­nan Pangan (Distanpangan), Benyamin mengaku saat ini terus dilakukan kajian. Ter­lebih di Kota Tangsel sangat minim lahan pertanian.
“Pertanian itu urusan pilihan, sedangkan ketahanan pangan urusan wajib. Tapi dengan la­han minim di Kota Tangsel, kita punya tugas mengoptima­lisasi keduanya. Saat ini di ma­syarakat, sektor pertanian juga masih baik dan terus dikem­bangkan,” paparnya.
Dilain pihak, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel Iwan Rahayu, mengatakan pihak DPRD sudah melakukan rapat dan membentuk panitia khu­sus (Pansus) untuk membahas Raperda SOTK tersebut. “Kita sudah bentuk pansus untuk membahas ini. Kami pun ingin secepatnya selesai, namun tetap perlu ada pemikiran yang matang,” pungkasnya. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.