Kartun PM Tony Abbot di Rakyat Merdeka Panaskan Australia

SYDNEY,SNOL Panasnya hubungan antara Indonesia dengan Australia pasca terungkapnya penyadapan oleh intelijen negeri Kanguru itu terhadap presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah merambah ke media.
Terakhir, kartun di Harian Rakyat Merdeka edisi Sabtu (23/11) telah membuat heboh di Australia.
Dalam kartun itu, Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbot digambarkan hanya bercelana pendek dengan celana dalam bendera Australia. Tak hanya itu, yang membuat kartun itu geger karena Abbot digambarkan tengah membuka pintu bertuliskan “Indonesia” sembari bermasturbasi.
Karikatur itu menunjukkan Abbot yang tengah membuka pintu dengan tangan kiri, bermasturbasi menggunakan tangan kanannya sembari berbisik : “Ssst! Oh my God Indo … So Sexy.”
Kartun di Rakyat Merdeka itu menjadi ilustrasi berita berjudul “Alat Sadap Dipasang di Handel Pintu, Atap ruang Rapat dan Sekering Listrik” yang mengutip keterangan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).
Berita tentang kartun cabul bergambar Tony Abbot itu dirilis sejumlah media di Australia seperti Sydney Morning Herald dan The Age dengan judul “Abbott cartoonist recalled to ridicule PM”.  Laman businessspectator.com.au juga memberitakan kartun itu meski hanya sekilas.
Berita kartun cabul Tony Abbot itu pun mengundang banyak komentar. Misalnya, ratusan komentar muncul di lama SMH. Ada yang menyebut kartun itu menyerang warga Australia, patut disayangkan, menyedihkan, bahkan menjijikkan.
Tapi ada pula yang menganggap gambar itu salah alamat. Pasalnya, skandal penyadapan itu terjadi saat Australia masih dipimpin PM Kevin Rudd, bukan saat Tony Abbot yang saat ini menjabat.
Pembuat kartun itu adalah kartunis Fonda Lapod. Namun, Fonda yang kini bukan lagi kartunis di Rakyat Merdeka  juga pernah membuat kehebohan serupa.
Pada 2006, tulis Sydney Morning Herald, Fonda juga membuat Heboh ketika menggambarkan Kevin Rudd yang kala itu PM dan Alexander Downer yang menjabat Menteri Luar Negeri sebagai dua dingo. Kartun berjudul “The Adventure of Two Dingos” itu dilatari pemberian visa oleh Australia untuk 43 aktivis Papua Merdeka.(ara/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.