Twit Multitafsir Balotelli

MILAN,SNOL Striker AC Milan Mario Balotelli bercuit penuh “kode” di akun Twitter pribadinya setelah Rossoneri -julukan Milan- hanya bermain 1-1 (1-1) melawan Genoa di Stadion San Siro dalam lanjutan Serie A.
Twit tersebut berbunyi, “Sudah berakhir.” Cuitan itu langsung memicu multitafsir. Rumor menyebutkan bahwa itu terkait status Massimiliano Allegri sebagai pelatih Milan.
Namun, versi lain menyebutkan tentang Balotelli yang sudah gerah menjadi pemain Milan. Kebetulan Chelsea dikabarkan tertarik memboyong mantan pemain Manchester City itu di bursa transfer Januari nanti
Namun, tak lama kemudian pemain 23 tahun itu kembali nge-twit. “Forza Milan, selalu dan dalam kondisi apapun,” katanya. Twit lanjutannya hanya bergambar ekspresi senyum sambil berkedip.”
Jika bukan karena situasi internal Milan yang sangat serius, Balotelli tak mungkin sampai mengungkapkannya lewat Twitter. Sebab, dia kali terakhir berkicau pada 16 Oktober atau sekitar dua bulan lalu.
Seri melawan Genoa kemarin menjadi puncak buruknya performa Milan musim ini. Juara Liga Champions tujuh kali yang kini berada di peringkat 11 itu sejatinya memiliki kesempatan besar untuk menang.
Setelah Kaka mencetak gol pada menit ke-4, Alberto Gilardino membalas melalui titik penalti empat menit kemudian gara-gara Urby Emanuelson menjatuhkan Sime Vrsaljko.
Peluang muncul setelah bek Genoa Thomas Manfredini mengganjal Balotelli dengan keras di kotak penalti. Manfredini diusir wasit.
Sayang, Balotelli yang ditunjuk sebagai algojo gagal. Tembakannya ke sisi kiri gawang mampu dibaca oleh kiper Genoa Mattia Perin.  “Saya memang sudah mempelajari pola penalti Balotelli sebelum pertandingan,” kata Perin seperti dikutip Football Italia.
Di sisa waktu 55 menit menghadapi 10 pemain Milan tak bisa mencetak gol kemenangan meski berhasil melepaskan 39 tembakan. Tak urung, situasi itu membuat para suporter terus meneriakkan cemooh buat Allegri dan para pemain. Puncaknya, begitu laga usai, mereka memboikot pintu keluar bus para pemain agar bisa berdialog langsung.
Gelandang Kaka dan kiper Christian Abbiati menemui mereka. Para suporter mengungkapkan bahwa mereka kecewa dengan performa pemain. “Rekening mereka selalu penuh karena kami-kami ini yang harus terus bekerja keras,” kata salah seorang suporter.
Insiden itu berakhir hampir pada tengah malam waktu setempat. Namun, pihak klub tak melakukan tindakan apa-apa. Allegri yang sejak awal musim sudah digoyang karena performa buruk Milan juga masih aman.
“Tak perlu ada drama. Musim buruk terjadi pada klub manapun. Inter Milan musim lalu finis di urutan ke-9. Dalam tiga musim terakhir, kita finis di urutan pertama, kedua, dan ketiga,” kata General Manager Milan Adriano Galliani seperti dikutip Football Italia. (aga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.