Prahara Cinta Badai Kasih, Cemburu Membawa Musibah

SNOL. Kolaborasi aktor muda dan senior seperti Marcel Siahaan, Rio Dewanto, Selomita, Widyawati, Marini Soerjosoemarno, Niniek L Karim dan anggota Perempuan Untuk Negeri (PUN) dalam drama musikal Prahara Cinta Badai Kasih berakhir sukses.
Dalam drama musikal yang di gelar pada 22-24 November di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat itu diwarnai tawa dan tangis para penonton. Awalnya deg-degan, di awal pikir pasti kaku tapi setelah kami jalani Alhamdulillah bisa berjalan, ujar Rio Dewanto usai pemetasan seperti yang dilansir INDOPOS (JPNN Group), Senin (25/11).
Rio yang mendapat peran sebagai Ara ini pun tidak percaya antusias penonton menyaksikan drama musikal yang dimainkanya cukup besar. Penonton pun seakan terbawa emosi akan cerita yang ditulis oleh Titien Watimena itu.
“Di sini karakter yang aku mainkan memang berbeda dari sebelumnya. Di sini saya memang nggak hanya akting tetapi menyanyi juga. Mungkin karena kami memainkan adegan sambil nyanyi, jadi terbawa,” jelas pria yang sudah dua bulan ini berlatih keras untuk penampilan keduanya di drama musikal tersebut.
Apresiasi cukup besar inipun dianggapnya sebagi bonus. “Alhamdulillah saya anggap itu sebagai bonus,” katanya.
Drama musikal Prahara Cinta Badai Kasih merupakan sekuel dari drama musikal Badai dan Kasih. Dimana, dalam sekuel pertama menceritakan hubungan asmara antara Badai ( Marcel siahaan) dan kasih (Yanti Airlangga). Namun, hubungan mereka tidak menemuai titik temu. Yang akhirnya, kasih memutuskan meninggalkan Badai. “Di sekual pertama saya tidak ikut,” katanya.
Nah di sekuel kali ini, emosi akting Rio dipertaruhkan. Hampir sebagian scene selalu muncul pria yang sempat terlibat dalam film Cinta Terlarang itu. Sebab, dalam sekuel kali ini, Titen menyuguhkan cerita dan konflik percintaan yang lebih seru. Dimana, Kasih mucul tiba-tiba di saat Ara tengah mempersiapkan pernikahan dengan Jingga (Eni Joesoef).
Sadar Ara sangat dekat dengan Kasih, Jingga pun mulai terbakar api cemburu. Jingga merasa kemudian kehadiran Kasih dapat mempengaruhi hubungannya bersama Ara. Padahal mereka telah bersahabat sejak kecil. persiapan pernikahanpun yang dikemas dengan megah itu pun akhirnya batal “Jingga takut cinta Ara terbagi dua. Padahal, kecemburuan itu sama sekali tidak beralasan hingga akhirnya pernikahan mereka batal,”kata Rio.
Di sisi lain, Badai terus mencari keberadaan Kasih yang pergi menghilang dari hidupnya. Sampai akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali. Sayang, Ara seperti tak terima dengan kehadiran Badai.
Ara dibuat bingung dengan perasaan perasaanya terhadap Jingga dan Kasih. Ia pun meluapkan perasaannya dengan berteriak. “Aaaaarrrrrrgggghhhhhhhhh,”  seru Rio dia atas panggung.
Kedua pasangan, Badai dengan Kasih, dan Ara dengan Jingga akhirnya saling menjelaskan isi hatinya ke pasangan masing-masing. Sampai akhirnya, keempat anak manusia itu berpisah.
Yah drama musikal tersebut sepertinya ingin menegaskan makna keterpisahan anak manusia dari orang yang dicintainya. Padahal semua itu bisa diselesaikan tanpa emosi. “Kalau cerita singkat, judulnya sudah mewakili ya, ini tentang cinta yang jadi prahara, dan prahara yang jadi cinta lagi,” terang Titien Wattimena, penulis skenario drama musikal itu. (ash/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.