Atap Puskesmas Jawilan Ambruk

SERANG, SNOL Curah hujan tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan atap gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jawilan di Kampung Rendong, Desa/Kecamatan Jawilan ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun pelayanan terhadap masyarakat terganggu.
Kepala Puskesmas Jawilan, dr Yasman mengatakan, atap gedung Puskemas ambruk, berada di ruang pelayanan pendaftaran. “Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu, hingga saat ini belum dilakukan perbaikan,” kata Yasman, Selasa (26/11).
Menurut Yasman, ruang Gizi, Aula, Apotik Puskemas tersebut juga kondisinya nyaris ambruk, akibat belum mendapatkan bantuan rehab.
“Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin ruangan itu ambruk juga. Kayu di bagian gentengnya sudah rapuh,” ujarnya.
Mengantisipasi adanya korban jiwa, beberapa ruangan tersebut tidak dipakai untuk melayani masyarakat. “Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, pelayanan dialihkan ke rumah dinas saya. Setiap hari, kami harus melayani puluhan pasien,” ujarnya.
Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. “Ini sudah menganggu pelayanan kepada masyarakat. Dalam waktu dekat, kami akan berupaya mencarikan dana untuk perbaikan sementara gedung Puskesmas Jawilan ini,” kata Tatu di sela–sela meninjau Puskesmas Jawilan tersebut.
Tatu menyatakan, pada perubahan APBD 2013, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang memiliki program dan kegiatan perbaikan Puskesmas Gunung Sari, Waringin Kurung, dan Puskesmas Baros.
“Dari APBD Pemprov Banten, Pemkab Serang mendapatkan alokasi anggaran untuk perbaikan Puskesmas Jawilan, Pamarayan, dan Puskesmas Carenang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tatu memberikan bantuan hibah dari APBD Kabupaten Serang 2013 kepada sejumlah organisasi di wilayah setempat.
Antara lain Forum Komunikasi Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Jaya di Desa Pagintungan, Karya Tani di Desa Bojot, Cemplang di Desa Cemplang, dan Gapoktan Junti Jaya di Desa Junti. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta. (arif/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.