Disdukcapil Siapkan Empat Mesin Cetak e-KTP

TANGERANG, SNOL Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang ngebut mengejar penyelesaian perekaman e-KTP. Salah satunya adalah dengan cetak sendiri yang rencananya akan mulai dilakukan tahun depan. Empat mesin pencetak e-KTP sudah disiapkan. Beberapa petugas operatornya juga telah diberikan pembekalan bahkan sudah ujicoba. “Hasil ujicoba sudah bisa, tinggal pelaksanaannya saja. Karena alat beserta sumber daya manusianya Kota Tangerang sudah sangat siap,” klaim Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil, Mulyanto, Selasa (25/11).
Mulyanto menambahkan, dari empat mesin cetak e-KTP dua unit mesin di antaranya hibah dari Pemerintah Pusat. Sedangkan dua unit lagi sengaja dibeli Pemkot Tangerang. Nantinya, kata Mulyanto, berdasarkan hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang diikuti beberapa waktu lalu, pencetakan e-KTP diserahkan kepada daerah masing-masing.
Namun saat ini baru ada beberapa daerah saja yang siap menjalankan, salah satunya Kota Tangerang. Diakui, kebijakan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam percepatan e-KTP. Sehingga masyarakat bisa lebih cepat mendapat e-KTP secara fisik.
Karena hingga saat ini banyak warga Kota Tangerang yang telah melakukan perekaman, namun belum juga mendapat KTP. Akibatnya, KTP lama yang sudah habis masa berlaku harus kembali membuat KTP baru. “Sudah banyak warga yang mengadukan hal ini kepada kami, tapi mau bagaimana memang dari Mendagri belum selesai,” terangnya.
Meski dicetak di Disdukcapil, namun e-KTP yang baru rekam tidak bisa langsung jadi. Kata Mulyanto, butuh proses lagi. Data-data yang sudah direkam masih perlu dikirim ke server Kemendagri untuk proses penunggalan. Proses penunggalan sendiri untuk memastikan identitas yang tidak sama meski ada kemiripan nama atau tanggal kelahiran. “Kalau sudah selesai diverifikasi datanya di pusat, akan dikirim lagi ke server Disdukcapil untuk dicetak,” paparnya.
Dari proses panjang ini, pihaknya tidak bisa memastikan kapan e-KTP bisa langsung jadi meski di cetak di Disdukcapil. Akan tetapi petugas bisa punya gambaran dengan melihat volume yang sudah direkam dan siap dicetak. “Kalau sekarang kita tidak tahu gambaran seperti apa. Karenakan cetaknya seluruh penduduk Indonesia,” kata Mulyanto.
Lebih lanjut Mulyanto mengimbau warga yang belum melakukan perekaman e-KTP segera melakukannya. Pihaknya kini sudah melakukan jemput bola dengan mendatangi wajib KTP, seperti sekolah pondok pesantren dan perumahan bahkan orang sakit sekalipun. “Kami mendatangi tempat tersebut dan langsung melakukan perekaman di lokasi,” ungkapnya. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.