Dokter Demo, Rawat Jalan Ditutup

TANGERANG, SNOL Jangan kaget jika hari ini (27/11) tak ada pelayanan rawat jalan rutin di seluruh rumah sakit yang ada di Tangerang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Tangerang be­rencana melakukan unjukrasa mem­protes vonis penjara 10 bulan terhadap tiga dokter asal Makassar oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus malpraktek.
Ketua IDI Tangerang, dr Jasarito mengatakan, sepuluh persen dari 4.500 anggotanya akan berunjukrasa di depan Tugu Adipura jalan Veteran Kota Tangerang, Rabu (27/11) sekira pukul 08.00 pagi. Dari 450 dokter, sebanyak 100 ang­gota IDI Tangerang dikirim­kan untuk melakukan demon­strasi ke Mahkamah Agung. Aksi ini akan melibatkan anggota IDI yang melakukan praktek di poliklinik, rumah sakit swata dan umum.
Menurut Jasarito, aksi terse­but akan menyebabkan pe­layanan rawan jalan rutin di seluruh rumah sakit di wilayah Tangerang dihentikan selama satu hari. Namun dia menjamin pelayanan penting seperti rawat inap, gawat darurat hingga op­erasi persalinan tetap berjalan.
“Unjukrasa diikuti dokter dari berbagai rumah sakit. Ke­cuali dokter yang praktek di UGD dan ada jadwal operasi, tidak diperkenankan ikut. Se­luruh perawatan non emer­gency, seperti rawat jalan yang rutin untuk sementara terpaksa dihentikan. Tapi hanya untuk tanggal 27 November saja. Selanjutnya akan dibuka sep­erti biasa. Ini sudah menjadi instruksi dan konsekuensi dari Pengurus Besar IDI Indone­sia,” ujar Jasarito, Ketua IDI Tangerang, Selasa (26/11).
“Kami atas IDI memohon maaf jika nantinya ada pasien yang merasa terganggu. Tapi, gerakan ini murni demi soli­daritas kami sebagai dok­ter. Dan tidak ada maksud sedikitpun untuk merugikan masyarakat,” imbuhnya.
Dokter Daniel, salah seorang dokter di RSUD Kota Tangsel menambahkan rencananya akan ada 50 dokter yang ber­gabung dalam aksi unjuk rasa di MA. “50 dokter itu yang tidak ada jadwal operasi dan praktek di UGD. sebab di unit gawat darurat akan ada 10 dokter yang akan bertugas,” pungkas dokter Daniel.
Sementara itu, Humas RSUD Tangerang, Nizar membenar­kan rencana aksi unjukrasa yang akan dilakukan IDI Tangerang. “Pelayanan rawat jalan rutin di RSUD Tangerang ditutup. Namun masyarakat tetap bisa mendapatkan pe­layanan IGD, rawat inap dan persalinan,” ujar Nizar.
Seperti diketahui, unjukrasa para dokter Tangerang meru­pakan bagian dari solidaritas nasional serta keprihatinan atas penahanan dua dokter asal Makasar Sulawesi Selatan dengan tuduhan malapraktik. Keduanya yakni dr Ayu dan dr Hendry Simanjuntak di­tangkap lalu ditahan setelah berbulan-bulan berstatus bu­ronan. Seorang dokter lainnya, dr Hendry Siagian juga buron dalam kasus yang sama.
Melalui aksi itu, para dokter berharap, MA mengabulkan per­mohonan PK (Peninjauan Kem­bali) atas kasus tersebut. Dalam sidang sebelumnya di Pengadi­lan Negeri Manado, para dokter dinyatakan bebas murni. Namun di tingkat kasasi dinyatakan ber­salah dengan hukuman kurungan 10 bulan. (pramita/kiki/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.